KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren kredit konsumtif, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bank hingga pembiayaan kendaraan multifinance masih dalam tekanan. Asal tahu saja, berdasarkan data Uang Beredar Bank Indonesia (BI), KPR industri perbankan hanya tumbuh 4,7%
Year on Year (YoY) per Mei 2026, melambat dari pertumbuhan 8% yoy pada Mei 2025. Adapun data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pembiayaan kendaraan multifinance terkontraksi 1,44% YoY, dengan nilai mencapai Rp 402,49 triliun per Mei 2026. Meskipun tren kredit konsumtif masih menghadapi tantangan, PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menilai masih terbuka peluang pertumbuhan bisnis asuransi jiwa kredit ke depannya.
Baca Juga: Penyidik OJK Telah Selesaikan 187 Perkara hingga Juli 2026 Direktur AXA Mandiri Uke Giri Utama menerangkan hal itu dipicu meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial, baik dari sisi institusi keuangan maupun masyarakat. Uke menerangkan asuransi jiwa kredit memiliki peran penting dalam memberikan ketenangan bagi nasabah dan keluarga. Dia bilang ketika terjadi risiko meninggal dunia pada debitur, manfaat asuransi dapat membantu melunasi sisa kewajiban kredit. "Dengan demikian, keluarga tidak terbebani oleh utang yang ditinggalkan. Pada saat yang sama, perlindungan itu juga membantu menjaga kualitas pembiayaan bagi lembaga keuangan," ujarnya kepada Kontan, (Rabu (5/8/2026). Uke menyampaikan AXA Mandiri akan terus memperkuat sinergi dengan Bank Mandiri dan mitra bisnis lainnya untuk menghadirkan solusi perlindungan yang relevan, didukung proses yang semakin sederhana melalui digitalisasi serta pengelolaan risiko yang disiplin. Dengan pendekatan tersebut, dia optimistis pihaknya dapat terus memberikan nilai tambah bagi nasabah, mitra bisnis, dan industri secara keseluruhan.
Baca Juga: IASC Terima 636.014 Laporan Kasus Penipuan hingga Juli 2026 Terkait kinerja, Uke mengatakan pendapatan premi asuransi jiwa kredit AXA Mandiri bertumbuh 150% secara
Year on Year (YoY) pada Semester I-2026. Sayangnya, tak disebutkan AXA Mandiri mengenai nilai yang dibukukan.
Uke hanya menerangkan pertumbuhan itu terjadi pada semua segmen kredit di Bank Mandiri, serta ditopang dengan sinergi dengan perusahaan anak lainnya, seperti dengan Mandiri Tunas Finance, Mandiri Utama Finance, dan Bank Mandiri Taspen. Dia bilang kinerja tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kredit masih terus berkembang, seiring meningkatnya kesadaran bahwa kepemilikan rumah dan berbagai fasilitas pembiayaan perlu diimbangi dengan perlindungan yang memadai untuk menjaga kondisi finansial keluarga dari risiko yang tidak terduga. Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan perusahaan, AXA Mandiri mencatatkan total pendapatan premi Rp 5,09 triliun pada Semester I-2026. Adapun klaim yang dibayarkan mencapai Rp 730,94 miliar pada semester I-2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News