AXA Mandiri Ungkap Faktor yang Memengaruhi Kinerja Unitlink hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menyampaikan terdapat faktor internal dan eksternal yang bisa memengaruhi kinerja unitlink hingga akhir 2026. Chief Investment Officer AXA Mandiri Erika Marthalina mengatakan dari sisi eksternal, pergerakan pasar modal menjadi salah satu faktor utama yang dapat memengaruhi.

"Sebab, kinerja dana investasi unitlink sangat terkait dengan perkembangan instrumen yang menjadi basis investasinya, baik saham, obligasi, maupun pasar uang," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (1/9/2026).

Selain itu, Erika menyampaikan kondisi ekonomi makro, tingkat inflasi, stabilitas nilai tukar, sentimen investor, serta perkembangan geopolitik global juga dapat memengaruhi volatilitas pasar dan pada akhirnya berdampak pada hasil investasi unitlink.


Erika juga bilang perubahan suku bunga acuan juga menjadi faktor yang cukup penting. Dia mengatakan kenaikan atau penurunan suku bunga dapat memengaruhi daya tarik berbagai kelas aset.

Baca Juga: Premi Asuransi Jiwa Tembus Rp 94,83 Triliun, Bancassurance Masih Jadi Andalan

Misalnya, saat suku bunga berada pada level yang relatif tinggi, instrumen pendapatan tetap dan pasar uang cenderung menjadi lebih menarik bagi investor. Sebaliknya, ketika tren suku bunga menurun, pasar saham dan obligasi berpotensi memperoleh sentimen yang lebih positif.

"Oleh karena itu, perubahan suku bunga dapat memengaruhi preferensi nasabah dalam memilih jenis dana investasi di dalam produk unitlink," tuturnya.

Dari sisi internal, Erika mengatakan faktor yang turut menentukan kinerja unitlink, antara lain kualitas pengelolaan investasi, komposisi aset yang sesuai dengan profil risiko nasabah, inovasi produk, kualitas layanan kepada nasabah, serta efektivitas edukasi terkait manfaat dan risiko investasi jangka panjang.

Baca Juga: Jumlah Tertanggung Asuransi Jiwa Tembus 153,58 Juta, Naik 24,8% pada Semester I-2026

Secara keseluruhan, AXA Mandiri memandang prospek unitlink hingga akhir tahun tetap memiliki peluang yang baik. Erika mengatakan unitlink masih berpotensi mencatatkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, terutama melalui pengelolaan investasi yang prudent, diversifikasi portofolio yang tepat, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat akan solusi proteksi dan perencanaan keuangan jangka panjang.

Hingga Juni 2026, pendapatan premi AXA Mandiri dari produk unitlink sebesar Rp 2,3 triliun. Nilainya bertumbuh sebesar 16%, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News