BERLIN. Transparency International memanggil orang-orang di mana pun untuk bicara untuk memberantas masalah korupsi. Masalah korupsi memang masih banyak terjadi di berbagai belahan dunia. Tapi Transparency International sebuah gerakan global di lebih dari 100 negara untuk memerangi korupsi, melihat ada secercah harapan. Dalam siaran pers peluncuran Indeks Persepsi Korupsi 2015, Transparency International mengungkapkan sebuah fenomena menarik. Transparency Internasional percaya kalau saja orang-orang mau bekerjasama, maka korupsi akan bisa diberantas. Buktinya di tahun 2015 Transparency Internasional menemukan lebih banyak negara yang skornya membaik dibandingkan memburuk. Dalam Indeks Persepsi Korupsi, Transparency International memberikan skor 0-100. Skor 0 untuk negara yang dianggap paling bersih dari korupsi dan 100 untuk negara yang dianggap paling korupsi. Secara keseluruhan ada 2/3 dari 168 negara dalam indeks 2015 mempunyai skor di bawah 50. Indeks yang sudah dibuat dalam 4 tahun terakhir ini pun mencatat beberapa negara mengalami perbaikan dan beberapa lainnya mengalami kemunduran. Yunani, Senegal, dan Inggris mengalami perbaikan skor yang lumayan besar. Sementara penurunan nilai skor tajam dialami Libya, Australia, Brasil, Spanyol, dan Turki.
Ayo kita berantas korupsi
BERLIN. Transparency International memanggil orang-orang di mana pun untuk bicara untuk memberantas masalah korupsi. Masalah korupsi memang masih banyak terjadi di berbagai belahan dunia. Tapi Transparency International sebuah gerakan global di lebih dari 100 negara untuk memerangi korupsi, melihat ada secercah harapan. Dalam siaran pers peluncuran Indeks Persepsi Korupsi 2015, Transparency International mengungkapkan sebuah fenomena menarik. Transparency Internasional percaya kalau saja orang-orang mau bekerjasama, maka korupsi akan bisa diberantas. Buktinya di tahun 2015 Transparency Internasional menemukan lebih banyak negara yang skornya membaik dibandingkan memburuk. Dalam Indeks Persepsi Korupsi, Transparency International memberikan skor 0-100. Skor 0 untuk negara yang dianggap paling bersih dari korupsi dan 100 untuk negara yang dianggap paling korupsi. Secara keseluruhan ada 2/3 dari 168 negara dalam indeks 2015 mempunyai skor di bawah 50. Indeks yang sudah dibuat dalam 4 tahun terakhir ini pun mencatat beberapa negara mengalami perbaikan dan beberapa lainnya mengalami kemunduran. Yunani, Senegal, dan Inggris mengalami perbaikan skor yang lumayan besar. Sementara penurunan nilai skor tajam dialami Libya, Australia, Brasil, Spanyol, dan Turki.