Babak Belur di AS, Suzuki dan Mitsubishi Tetap Bertahan



TOKYO. Suzuki Motor Corp. dan Mitsubishi Motors Corp., menderita akibat terjungkalnya penjualan kendaraan di pasar AS dan kapasitas pabrik di Amerika Utara yang berlebihan. Kondisi ini membikin mereka mau tak mau harus hengkang dari pasar setelah eksis selama seperempat abad terakhir. Suzuki yang merupakan pabrikan otomotif terbesar keempat di Jepang, melaporkan penurunan penjualan sebesar 78% di bulan Juni lalu. Angka ini membuat total penjualan semester pertama Suzuki menyusut 60%. Sementara itu, semester pertama tahun ini, penjualan Mitsubishi juga sudah mengkerut 51%. "Dua produsen kendaraan itu harus menarik diri dari pasar AS," kata Yuuki Sakurai, Chief Executive of Tokyo-based Fukoku Capital Management Inc. Menurutnya, inilah saat yang pas bagi mereka untuk menentukapan apakah mereka mau membayar harga yang tinggi untuk meneruskan bisnis di AS, atau menghentikan perjuangan yang membuat mereka babak belur saat ini. Tak bisa dihindari, resesi, tingkat pengangguran yang tinggi dan lemahnya kepercayaan konsumen telah mendorong penjualan kendaraan di AS tergiring ke level yang paling rendah sejak 1976. Bukan hanya Suzuki dan Mitsubishi saja yang tergebuk, Toyota Motor Corp pun merugi di pasar AS dan Isuzu Motors Ltd. harus menunda penjualan di bulan Januari lalu. "Kami tidak akan menyerah di pasar AS," kata Mitsubishi Motors President Osamu Masuko. Menurutnya, AS akan kembali menjadi pasar dunia yang paling besar.


Editor: