Backlog Perumahan Semakin Tinggi, Ini Kata Manajemen Metropolitan Land (MTLA)



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 270 juta jiwa, dan terdapat backlog perumahan nasional sebesar 11,4 juta yang sangat besar dan cenderung bertambah setiap tahun. 

Adapun salah satu faktor pendukung kebutuhan rumah yang sangat besar terutama didorong oleh banyaknya angka pernikahan baru dan para kaum milenial yang sudah memasuki angkatan kerja. Namun di sisi lain, kemampuan pasokan perumahan tidak dapat mengikuti kecepatan pertumbuhan permintaan akan perumahan yang layak. 

Menanggapi hal itu, Direktur PT Metropolitan Land Tbk (MTLA), Olivia Surodjo mengatakan hal ini menjadi tantangan yang positif bagi perseroan lantaran adanya kebutuhan perumahan masih tinggi di masyarakat. 


“Tentunya kami ingin memberikan kontribusi terbaik untuk penyediaan perumahan dengan kualitas yang baik dan harga terjangkau. Kami berharap beberapa hal terkait regulasi dari pemerintah seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang saat ini masih belum ada solusi di beberapa proyek kami segera terselesaikan,” ujar dia kepada Kontan.co.id, Selasa (1/2). 

Baca Juga: ESSA Harapkan Penguatan Harga LPG dan Amonia Berlanjut Guna Dorong Kinerja

Menurutnya dengan adanya kendala itu lah yang mendorong terhambatnya percepatan penyediaan perumahan dan tentunya akan mempertinggi backlog perumahan.

Namun, perseroan tentu akan mendukung untuk mengurangi adanya backlog perumahan dengan menggarap target market yang dibidik yakni kelas menengah termasuk di dalamnya adalah first home buyer dan first jobber. “Kami tentunya akan menciptakan produk-produk yang sesuai dengan target market tersebut,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, MTLA juga akan menghadirkan produk perumahan compact yang siap huni, dengan kemudahan cara pembayaran dan tentunya memanfaatkan momentum program PPN DTP dan rendahnya suku bunga acuan. Dengan demikian diharapkan dapat mempercepat proses pembelian rumah.

Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Sebut Terjadi Penurunan Angka Kunjungan Mal di Awal 2022

Adapun Olivia bilang, tahun ini perseroan akan meluncurkan dan menggarap 7 proyek residensial yakni proyek Metland Cibitung di Bekasi dengan range harga Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar, kemudian proyek perumahan Metland Tambun Bekasi dengan range harga mulai Rp 1 miliar, Perumahan Metland Cileungsi di Bogor dengan range harga Rp 400 jutaan. 

Ada juga proyek perumaham Metland Transyogi Cibubur di Bogor dengan range harga Rp 800 juta sampai Rp 2 miliar, proyek Metland Menteng di Jakarta Timur dengan range harga Rp 1,8 miliar hingga Rp 3,5 miliar, perumahan Metland Puri di Tangerang dengan range harga mulai Rp 1 miliar dan perumahan Metland Cyber City di Tangerang dengan range harga Rp 1,8 miliar. 

“Dengan meluncurkan l produk rumah dengan harga di bawah Rp 1 miliar terutama di kisaran Rp 500 jutaan tentu akan menjadi produk yang paling diminati namun agak terkendala di beberapa proyek kami untuk ikut serta dalam program PPN DTP, terkait dengan PBG yang kami sampaikan,” tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli