Badai Dolphin Menghantam Timur China, Hampir 950 Penerbangan di Shanghai Dibatalkan



KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Hujan deras dan badai yang menyertai Topan Dolphin membanjiri beberapa provinsi di wilayah timur China pada Senin (10/8/2026), mengguyur kawasan pesisir dan menggenangi jalan-jalan di Shanghai, di mana sekitar 40% penerbangan dibatalkan akibat cuaca buruk. 

Mengutip Reuters, Senin (10/8/2026), Dolphin membawa angin berkelanjutan maksimum 151 km/jam di dekat pusatnya saat mendarat di Zhejiang—provinsi yang terletak di sebelah selatan dan barat Shanghai—pada Minggu malam, sebelum melemah menjadi badai tropis.

Sisa awan hujan badai tersebut terus mengguyur provinsi-provinsi di wilayah timur, termasuk Anhui, Jiangsu, dan Shandong, pada hari Senin. Banyak jalan di Shanghai, kota terpadat kedua di negara itu, tergenang banjir, termasuk di pusat-pusat komersial utama.


Dua bandara di kota tersebut membatalkan total 943 penerbangan akibat topan ini, sehingga mengurangi kapasitas hingga hampir 40%, menurut penyiar negara CCTV.

Baca Juga: Bursa Global Menguat Tipis Senin (10/8), Investor Pantau Inflasi AS dan Selat Hormuz

China Eastern Airlines menyatakan pada hari Senin bahwa mereka berupaya melanjutkan kembali penerbangan ke Shanghai, Zhejiang, dan destinasi lainnya secara "teratur."

Banyak jalan di distrik pinggiran kota Shanghai, yakni Jiading dan Qingpu di sekitar pusat kota, masih tergenang air, menurut siaran langsung yang dibagikan warga di media sosial. 

Video langsung tersebut—yang belum diverifikasi oleh Reuters—memperlihatkan orang-orang berjalan menerjang air keruh setinggi lutut. 

"Hujan turun hampir sepanjang malam tadi. Saat bangun pagi ini, saya mendapati lingkungan tempat tinggal saya terendam banjir, dan jalan-jalan pun tergenang air cukup dalam," ujar Hou Lina (39 tahun), seorang pekerja di bidang penjualan yang berdomisili di distrik Jiading, Shanghai.

"Saya sudah tinggal di Shanghai selama 10 tahun, dan ini adalah kali pertama saya mengalami gangguan separah ini akibat topan. Ini juga pertama kalinya saya menyaksikan banjir yang begitu meluas," ungkapnya kepada Reuters.

Di distrik Jinshan, Shanghai, otoritas setempat menyatakan bahwa kegiatan usaha dan organisasi yang tidak bersifat esensial dapat menghentikan sementara operasional, kegiatan belajar-mengajar, acara luar ruangan, serta layanan transportasi, mengingat adanya prakiraan angin kencang dan hujan lebat yang akan terus berlangsung pada hari Senin.

Baca Juga: Pentagon Tegaskan AS Tak Tinggalkan Asia, Minta Negara Mitra Perkuat Pertahanan

Sebuah video yang diunggah di TikTok pada hari Minggu memperlihatkan angin kencang dan hujan deras yang menyebabkan sebuah truk terguling di Wenzhou, Provinsi Zhejiang. Tidak diketahui secara pasti bagaimana kondisi pengemudi truk tersebut.

Peringatan Hujan dan Badai untuk Beijing

Dolphin, topan terkuat yang melanda China tahun ini, diperkirakan akan bergerak lebih jauh ke wilayah pedalaman menuju provinsi Hubei dan Henan dalam beberapa hari mendatang, sembari membawa massa udara lembap ke arah utara.

Otoritas di ibu kota Beijing telah meningkatkan status peringatan terkait hujan sangat lebat dan menyatakan kesiapan kota tersebut untuk mengaktifkan langkah-langkah penanggulangan banjir pada Selasa pagi.

Beijing diperkirakan akan mengalami curah hujan tinggi mulai Selasa hingga Kamis; pihak berwenang telah memperingatkan adanya risiko banjir bandang di dalam kota serta tanah longsor di wilayah pegunungan sekitarnya.

Sebelum mencapai daratan, topan ini telah menempuh jarak 6.000 km (3.728 mil)—menjadikan siklus hidupnya tiga kali lebih lama dibandingkan topan biasa—serta membawa sistem awan raksasa yang menyelimuti wilayah timur Tiongkok, demikian dilaporkan oleh CCTV. 

Dampak Topan Dolphin juga dibandingkan dengan Topan Doksuri yang terjadi pada tahun 2023. Topan tersebut melintasi wilayah Tiongkok setelah menyebabkan kerusakan parah di provinsi Fujian (bagian tenggara) dan memicu curah hujan dengan rekor tertinggi di Beijing.

Saat awan badai bertemu dengan udara yang lebih dingin di wilayah utara, Beijing, Tianjin, dan Hebei harus bersiap menghadapi hujan lebat yang diperkirakan akan berlangsung hingga hari Kamis, menurut laporan CCTV. 

TSR (Tropical Storm Risk) memperkirakan musim topan Pasifik barat laut tahun 2026 akan menjadi salah satu yang paling aktif dalam catatan, dengan perkiraan 28 badai tropis, 20 topan, dan 13 topan intens. 

TSR menyatakan bahwa fenomena El Niño kuat yang sedang berlangsung, tingkat aktivitas yang tinggi hingga saat ini, serta angin pasat yang lebih lemah dari biasanya di wilayah Pasifik barat laut merupakan faktor-faktor utama yang memengaruhi intensitas musim topan tersebut.