Badai Lumpuhkan Selandia Baru, Ratusan Penerbangan Dibatalkan



KONTAN.CO.ID - WELLINGTON. Badai besar menghantam Selandia Baru bagian tengah pada Jumat (26/6/2026), melumpuhkan aktivitas penerbangan di ibu kota Wellington, memutus listrik ribuan rumah, serta memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah.

Otoritas cuaca nasional MetService mengeluarkan beberapa peringatan cuaca ekstrem saat sistem tekanan rendah bergerak melintasi negara itu.

Hujan lebat dan angin kencang dengan kecepatan hingga 120 kilometer per jam diperkirakan masih berlanjut, setelah pada malam sebelumnya sejumlah wilayah mencatat hembusan angin di atas 150 kilometer per jam.


Dampak paling besar terjadi di Wellington. Sekitar 200 penerbangan masuk dan keluar kota itu dibatalkan akibat tiupan angin kencang.

Otoritas bandara mengatakan sebagian besar jadwal penerbangan pada Jumat dibatalkan, termasuk banyak penerbangan malam hari.

Bandara memperkirakan kondisi akan membaik pada Sabtu sehingga operasional bisa kembali berjalan.

Baca Juga: Demi Menghemat Anggaran, Selandia Baru Akan Memangkas Ribuan Pegawai Negeri

Air New Zealand juga menghentikan seluruh penerbangan domestik dari dan ke Wellington, serta semua penerbangan dari Bandara New Plymouth.

Maskapai pelat merah Selandia Baru itu menyatakan layanan baru akan dibuka kembali jika kondisi sudah aman.

Di sisi lain, Wellington Electricity melaporkan 4.000 pelanggan mengalami pemadaman listrik.

Sebelumnya, sekitar 3.000 pelanggan sempat dipulihkan, tetapi perusahaan memperingatkan pemadaman tambahan masih mungkin terjadi ketika angin mencapai puncaknya pada malam hari.

Baca Juga: Ekonomi Selandia Baru Tumbuh 0,8% pada Kuartal I-2026, Konflik Iran Masih Membayangi

Pemulihan penuh diperkirakan memakan waktu beberapa hari, bahkan bisa sampai pertengahan pekan depan.

Di Lower Hutt, timur laut Wellington, pejabat setempat melaporkan jalanan tergenang dan dua titik longsor. Layanan darurat telah dikerahkan untuk menangani situasi tersebut.