Badai Musim Dingin Lumpuhkan Perjalanan di AS, Ribuan Penerbangan Dibatalkan



KONTAN.CO.ID - Badai musim dingin yang kuat melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat (AS) dan mengacaukan sistem transportasi, terutama penerbangan.

Hujan beku dan salju lebat memaksa maskapai membatalkan ribuan penerbangan serta menunda ribuan lainnya pada Senin (16/1/2026)

Data FlightAware mencatat sekitar 5.300 penerbangan dibatalkan dan lebih dari 4.300 penerbangan mengalami penundaan hingga Senin sore.


Sehari sebelumnya, lebih dari 11.000 penerbangan dibatalkan, menjadi angka pembatalan harian tertinggi sejak pandemi, menurut perusahaan analitik penerbangan Cirium.

Baca Juga: Badai Musim Dingin Lumpuhkan Transportasi AS, Ribuan Penerbangan Dibatalkan

Hingga pukul 08.20 waktu setempat, hampir 14% dari seluruh penerbangan terjadwal telah dibatalkan.

Badan Cuaca Nasional AS (NWS) menyebutkan, sistem tekanan rendah di selatan New England bergerak ke arah Samudra Atlantik dan membawa salju tebal ke wilayah Timur Laut serta hujan beku di sejumlah area Mid-Atlantic.

Dampak badai ini dirasakan luas, menjangkau lebih dari dua lusin negara bagian.

Peramal cuaca AccuWeather memperkirakan badai tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan dan kerugian ekonomi awal senilai US$105 miliar hingga US$115 miliar.

Jika estimasi itu terealisasi, badai ini akan menjadi peristiwa cuaca ekstrem paling mahal sejak kebakaran hutan besar di wilayah Los Angeles.

Gangguan penerbangan paling besar dialami American Airlines, dengan hampir 900 penerbangan dibatalkan dan sekitar 600 penerbangan tertunda pada Senin.

Baca Juga: Badai Musim Dingin Landa AS, Dilanda Salju Tebal dan Pemadaman Listrik

Maskapai lain yang juga terdampak signifikan antara lain Republic Airways, JetBlue Airways, dan Delta Air Lines.

Ketidakpastian jadwal membuat ribuan rencana perjalanan penumpang tergantung, dengan keluhan dan pertanyaan membanjiri media sosial maskapai.

United Airlines menyatakan mulai memulihkan operasional dan memperkirakan jumlah pembatalan akan berkurang. Hingga Senin pagi, maskapai ini mencatat 282 penerbangan dibatalkan.

Administrasi Penerbangan Federal (FAA) memperingatkan bahwa pembatasan operasional akibat salju, hujan beku, dan jarak pandang rendah memengaruhi bandara-bandara utama, termasuk Boston dan wilayah udara New York.

FAA membuka kemungkinan pemberlakuan penghentian penerbangan sementara dan program penundaan di sejumlah bandara besar seperti LaGuardia, JFK, Philadelphia, Newark, dan Washington Dulles jika kondisi memburuk.

Baca Juga: Badai Musim Dingin Landa AS, 850.000 Rumah Padam Listrik & 10.000 Penerbangan Batal

Keterkaitan operasional antar-maskapai memperumit pemulihan jadwal karena pembatalan membuat pesawat dan awak berada di lokasi yang tidak sesuai. Dampak lanjutan juga terasa di sektor lain.

Situs pemesanan HotelPlanner melaporkan tingkat pembatalan hotel di AS dan Kanada naik 36% menjelang dan selama badai.

Perusahaan pengiriman UPS memperingatkan potensi gangguan layanan, termasuk pada jaringan udara dan pusat operasinya di Louisville, Kentucky. Operator kereta CSX dan BNSF juga bersiap menghadapi gangguan operasional.

Di darat, perjalanan jalan raya ikut terganggu. Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) mengimbau masyarakat waspada karena kondisi berkendara berbahaya akibat angin kencang, es, dan kondisi mirip badai salju.

Selain itu, ratusan ribu pelanggan di sejumlah negara bagian dari Tennessee hingga Carolina mengalami pemadaman listrik.

Baca Juga: Anomali Cuaca: Badai Musim Dingin Lumpuhkan 17 Negara Bagian AS

Data PowerOutage.us menunjukkan lebih dari 820.000 pelanggan tanpa listrik pada Senin dini hari, dengan Tennessee mencatat jumlah tertinggi.

American Airlines dalam pernyataan terpisah menyebutkan operasionalnya masih tertekan setelah badai mengganggu lima dari sembilan bandara hub, termasuk basis terbesarnya di Dallas–Fort Worth, tempat suhu beku dan lapisan es menghentikan penerbangan.

Maskapai itu menegaskan timnya bekerja sepanjang waktu bersama otoritas bandara dan lembaga terkait untuk memulihkan operasional secara aman.

Selanjutnya: Layar Bisnis ELPI Tetap Mengembang

Menarik Dibaca: Ramalan 12 Zodiak Keuangan dan Karier Hari Ini Selasa 27 Januari 2026