KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badak LNG terus memperkuat efisiensi dan keandalan operasional melalui penerapan teknologi digital serta penguatan budaya keselamatan, kesehatan, lingkungan, kualitas, dan keamanan (SHEQS). Upaya tersebut menjadi bagian dari persiapan perusahaan menghadapi rencana reaktivasi kilang LNG, yang membutuhkan tingkat keselamatan, keandalan aset, dan produktivitas operasional yang semakin tinggi.
Baca Juga: Impack Pratama Industri (IMPC) Tambah Mesin dan Kapasitas Produksi Atap Director & COO Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho mengatakan, penerapan prinsip keselamatan dalam operasional tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan dan keselamatan kerja, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan dan kinerja bisnis perusahaan. "
Good Safety is Good Business telah kami implementasikan dalam operasional kilang Badak LNG. Prinsip tersebut menjadi acuan kami yang mudah-mudahan menjadikan bisnis Badak LNG bersinar dan berkembang," ujar Feri dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026). Menurut dia, pengelolaan keselamatan yang baik dapat mendukung terciptanya operasional yang lebih andal sekaligus mengurangi potensi gangguan kegiatan produksi. Hal tersebut menjadi semakin penting seiring rencana Badak LNG melakukan reaktivasi kilang. Dengan demikian, peningkatan kinerja keselamatan, reliability, hingga produksi menjadi bagian penting untuk mencapai operational excellence. "Terlebih ke depan, Badak LNG berencana melakukan reaktivasi kilang, sehingga kinerja keselamatan, reliability, hingga produksi perlu ditingkatkan agar operational excellence benar-benar terwujud dan bisa kita pertahankan," tuturnya. Untuk mendukung efisiensi tersebut, Badak LNG mengembangkan berbagai inovasi berbasis teknologi digital melalui
continuous improvement program (CIP).
Baca Juga: Harga Batubara dan Solar Tekan Margin Produsen Semen Lead Specialist SHEQ MS Badak LNG Anto Yamashita mengatakan, inovasi dikembangkan secara kolaboratif untuk menjawab kebutuhan operasional di lapangan. "Inovasi tersebut tidak hanya untuk penerapan teknologi saja, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan di lapangan, mempermudah proses kerja, meningkatkan pengendalian risiko, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan," ungkap Anto. Teknologi yang dikembangkan mencakup berbagai aplikasi digital untuk pemantauan risiko hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (
artificial intelligence/AI). Sistem tersebut terintegrasi dan dapat dipantau secara mobile melalui perangkat telepon seluler. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mempercepat proses kerja, meningkatkan efektivitas pengawasan, sekaligus memperkuat pengendalian risiko dalam kegiatan operasional kilang. Dari sisi keberlanjutan operasional, Badak LNG juga telah mencatatkan 19 tahun tanpa kecelakaan kerja yang menyebabkan
Lost Time Incident (LTI).
Baca Juga: Konsumsi Melonjak, Kuota Subsidi LPG 3 kg, Solar & Pertalite Terancam Jebol pada 2026 Capaian tersebut merupakan hasil dari pembenahan sistem keselamatan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak perusahaan mengalami LTI pada 2006. Penguatan aspek SHEQS dan digitalisasi tersebut juga mendapat apresiasi dalam ajang Indonesia QHSE & Sustainability Award (IQSA) 2026 di Jakarta, Jumat (28/8). Badak LNG meraih lima penghargaan sekaligus, yakni Bintang 5 IQSA 2026, The Best Innovation Technology in QHSE and Sustainability in Business 2026, dan The Best QHSE Team and Safety Culture 2026. Sementara itu, President Director & CEO Badak LNG Achmad Khoiruddin meraih The Best CEO in QHSE Excellent 2026. Adapun Feri Sulistyo Nugroho mendapatkan penghargaan The Best QHSE Director 2026. Feri mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi manajemen dan pekerja untuk terus meningkatkan kinerja operasional perusahaan.
Baca Juga: Simak Prospek Merdeka Gold Resources (EMAS) Saat Produksi Emas Pani Melonjak "Mengingat bisnis energi memiliki risiko tinggi, penghargaan ini pun menjadi motivasi bagi seluruh pekerja dan manajemen untuk melakukan improvement. Raihan ini juga menunjukkan upaya yang dilakukan Badak LNG sudah
on the track untuk mengintegrasikan inovasi dan kinerja keselamatan kilang," katanya.
Penghargaan tersebut menjadi kali ketiga Badak LNG meraih apresiasi dalam ajang IQSA secara berturut-turut sejak 2024. Bagi perusahaan, penguatan budaya SHEQS, digitalisasi, dan continuous improvement menjadi bagian dari upaya menjaga reliability aset sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Langkah tersebut menjadi semakin strategis dalam menghadapi rencana reaktivasi kilang dan peluang peningkatan aktivitas bisnis LNG ke depan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News