Badan Geologi Luncurkan Magma Versi Terbaru, Aplikasi Pemantau Bencana



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi meluncurkan versi terbaru Magma Indonesia yang memungkinkan masyarakat memantau informasi kebencanaan geologi melalui ponsel. Layanan ini mengintegrasikan informasi aktivitas gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah dalam satu platform.

Peluncuran Magma Indonesia dilakukan pada 22 Oktober 2026 sebagai bagian dari transformasi digital layanan informasi kebencanaan.

Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan, sistem tersebut memungkinkan informasi kebencanaan dibagikan kepada kementerian dan lembaga untuk memperkuat mitigasi risiko serta keselamatan masyarakat. “Dari mitigasi ini harus kita uraikan di dalam rencana aksi untuk setiap Kementerian/Lembaga,” ujar Yuliot dalam keterangannya dikutip Sabtu (24/10/2026).


Baca Juga: Wamen ESDM: Rasio Elektrifikasi Nasional Capai 99,8%

Magma Indonesia kini dapat diakses melalui situs web dan perangkat Android, serta tersedia untuk pengguna iOS. Platform ini membawa 10 pembaruan fitur utama, termasuk Geohazard Location Awareness untuk membantu pengguna mengetahui posisi mereka terhadap kawasan rawan bencana.

Fitur lainnya mencakup pemantauan melalui CCTV dan live seismogram, riwayat aktivitas kebencanaan, serta integrasi data melalui Application Programming Interface (API). Sistem peringatan dini juga menggunakan Common Alerting Protocol (CAP) sebagai format standar.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, pengembangan Magma Indonesia ditujukan agar informasi kebencanaan dapat mendorong masyarakat mengambil tindakan lebih cepat dan tepat.

“Sistem ini pada intinya dirancang untuk memberdayakan masyarakat agar mampu melakukan aksi dini (early action) yang tepat sasaran, sehingga risiko dan dampak dari bencana geologi dapat diminimalisir,” kata Lana.

Baca Juga: Amdatara dan Badan Geologi Memperkuat Riset Sumber Daya Air

Melalui integrasi API, BNPB, BPBD, kementerian dan lembaga, serta pemangku kepentingan lainnya dapat mengakses informasi Magma Indonesia melalui sistem masing-masing. Integrasi ini diharapkan memperkuat koordinasi dan mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat maupun pengambil kebijakan.

Dengan pembaruan tersebut, Kementerian ESDM berharap informasi kebencanaan geologi dapat dimanfaatkan secara lebih luas untuk mendukung peringatan dini, kesiapsiagaan, dan pengambilan keputusan dalam mengurangi risiko bencana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News