Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Segera Dilantik, Inikah Calon Ketuanya?



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan segera segera melantik pimpinan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Pembentukan badan ini menjadi salah satu agenda pemerintah di tengah upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan, pelantikan badan tersebut diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat.

“Jadi saya lihat sudah ada, mudah-mudahan minggu depan bisa dilantik,” ujar Dudung kepada awak media, Senin (12/10/2026).


Baca Juga: Asap Karhutla Berefek ke Negara Tetangga, Menko Dudung: Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

Dudung membeberkan, kemungkinan Satyawan Puryatmoko yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dari Kementerian Kehutanan yang menjadi calon Ketua BPGMN.

“Kalau enggak salah ya, Profesor Satyawan kalau nggak salah, itu dari Kementerian Kehutanan, ahlinya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menambahkan, badan ini nantinya akan bertugas untuk melakukan pencegahan salah satunya berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Ia bilang, badan ini berbeda dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BGRM) yang sebelumnya resmi dibubarkan pada 31 Desember 2024 lalu.

Raja Juli menyebut, BGRM sebelumnya bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. Sementara, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) berada di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). 

Sedangkan BPGMN ini akan bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan diisi oleh para pakar dan profesional. Raja Juli juga memastikan lembaga ini akan mendapatkan dukungan anggaran yang cukup besar.

Raja Juli juga mengatakan, badan ini tidak akan tumpang tindih dengan Kementerian yang dipimpinnya. Menurutnya kedua lembaga justru dapat melakukan kerja sama untuk mempercepat menangani masalah gambut termasuk karhutla.

Baca Juga: Karhutla di Kalimantan Tengah, Pemerintah Prioritaskan Perlindungan Tanjung Puting

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News