KONTAN.CO.ID - Bagaimana cara mengukur obesitas? Ketahui tanda atau gejalanya jika seseorang mengalami atau berisiko obesitas. Seperti yang kita ketahui, obesitas adalah kondisi dalam istilah medis yang ditandai dengan penumpukan lemak tubuh secara berlebihan. Kondisi seperti ini dapat mengganggu kesehatan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit serius. Obesitas sendiri terjadi ketika asupan kalori melebihi kebutuhan energi tubuh, sehingga kelebihan dari kalori tersebut akan disimpan sebagai lemak.
| Klasifikasi (WHO Asia Pasifik, 2020) | IMT | Risiko berdasarkan lingkar pinggang | |
| <90 cm (pria) <80 cm (perempuan) | ≥90 cm (pria) ≤80 cm (perempuan) | ||
| <18,5 | Rendah | Cukup | |
| Berat badan normal | 18,5 - 22,9 | Cukup | Meningkat |
| Kelebihan berat badan (Overweight) dengan risiko | 23 - 24,9 | Meningkat | Moderat |
| Obesitas I | 25 - 29,9 | Moderat | Berat |
| Obesitas II | ≥30 | Berat | Sangat |
Tanda atau gejala seseorang yang mengalami atau berisiko obesitas:
- Adanya keluhan seperti mendengkur (snoring) dan nyeri pinggul.
- Terdapat timbunan lemak di atas dada, leher, muka, lengan, bawah perut, pinggul, paha, perut atas, pinggang, dan perut bawah.
- Riwayat sosial/ psikologis misalnya stres.
- Riwayat keluarga yaitu orang tua dengan kelebihan berat badan dan obesitas.
- Riwayat mengonsumsi obat-obatan seperti obat untuk menggemukan badan, terapi hormonal tertentu, steroid, dan lain-lain.
- Riwayat berada badan sebelumnya.