JAKARTA. Di antara aset-aset berperforma terbaik lainnya, emas ditutup menguat 10,2% sepanjang 2011 di US$ 1.563,79 per troy ounce. Ini merupakan performa tahunan positif secara beruntun dalam 11 tahun berturut-turut.Dalam beberapa bulan belakangan ini, emas kehilangan statusnya sebagai instrumen investasi safe haven yang biasanya menjadi tambatan bagi investor ditengah kondisi ketidakpastian ekonomi dan krisis global. Investor cenderung melakukan likuidasi investasi emas dan memilih menyimpan dollar AS seiring krisis utang Uni Eropa yang belum tuntas dan mengancam likuiditas pasar keuangan lebih ketat.Emas terhitung anjlok 18% dari penguatan tajam dan menyentuh rekor tertinggi pada September di US$ 1.920,30 per troy ounce. Emas juga terekam mengalami pelemahan kuartalan untuk pertama kalinya sejak 3 tahun terakhir.Sepanjang 2011, Analis Valbury Asia Futures, Ahim menghitung, emas sudah menguat 10% dan merupakan pelemahan tahunan terkecil dalam tiga tahun terakhir. "Pelemahan itu di bawah performa obligasi AS dan minyak," ulas Ahim.Minat beli emas fisik mengalami penguatan seiring penurunan harga tersebut. Hal itu mendorong para pedagang di India menaikkan simpanan emas yang akan dijadikan produk perhiasan di musim pernikahan yang akan berlangsung Januari mendatang. Tahun Baru China juga diyakini akan mendorong pembelian emas di pasar fisik."Secara teknikal, perkembangan terakhir belum meredam indikasi bearish," ujar ahim. Ia memprediksi emas awal tahun depan akan bergerak di US$ 1.544,25-US$ 1.521,94 hingga US$ 1.478,01.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Bagaimana performa emas selama 2011?
JAKARTA. Di antara aset-aset berperforma terbaik lainnya, emas ditutup menguat 10,2% sepanjang 2011 di US$ 1.563,79 per troy ounce. Ini merupakan performa tahunan positif secara beruntun dalam 11 tahun berturut-turut.Dalam beberapa bulan belakangan ini, emas kehilangan statusnya sebagai instrumen investasi safe haven yang biasanya menjadi tambatan bagi investor ditengah kondisi ketidakpastian ekonomi dan krisis global. Investor cenderung melakukan likuidasi investasi emas dan memilih menyimpan dollar AS seiring krisis utang Uni Eropa yang belum tuntas dan mengancam likuiditas pasar keuangan lebih ketat.Emas terhitung anjlok 18% dari penguatan tajam dan menyentuh rekor tertinggi pada September di US$ 1.920,30 per troy ounce. Emas juga terekam mengalami pelemahan kuartalan untuk pertama kalinya sejak 3 tahun terakhir.Sepanjang 2011, Analis Valbury Asia Futures, Ahim menghitung, emas sudah menguat 10% dan merupakan pelemahan tahunan terkecil dalam tiga tahun terakhir. "Pelemahan itu di bawah performa obligasi AS dan minyak," ulas Ahim.Minat beli emas fisik mengalami penguatan seiring penurunan harga tersebut. Hal itu mendorong para pedagang di India menaikkan simpanan emas yang akan dijadikan produk perhiasan di musim pernikahan yang akan berlangsung Januari mendatang. Tahun Baru China juga diyakini akan mendorong pembelian emas di pasar fisik."Secara teknikal, perkembangan terakhir belum meredam indikasi bearish," ujar ahim. Ia memprediksi emas awal tahun depan akan bergerak di US$ 1.544,25-US$ 1.521,94 hingga US$ 1.478,01.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News