KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten kosmetik dan personal care, PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) mencatatkan penurunan laba bersih di tengah peningkatan pendapatan di sepanjang semester I-2026. Merujuk laporan keuangan, VICI tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 745,30 miliar pada semester I-2026. Angka ini bertumbuh 10,14% dibandingkan Rp 676,66 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, laba bersih perusahaan ini justru menyusut 44,15%, dari semula Rp 80,74 miliar di semester I-2025, menjadi Rp 45,09 miliar. Baca Juga: Kementerian ESDM Menyatakan RKAB 3 Anak Usaha BYAN Rampung, Total 15 Juta-20 Juta Ton Direktur VICI Erwan Irawan Noer memaparkan penurunan laba bersih pada periode tersebut disebabkan sejumlah faktor, di antaranya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta kenakaikan harga minyak bumi akibat ketegangan geopolitik. “Penurunan kinerja yang terjadi pada semester pertama tahun ini lebih disebabkan dengan faktor utama, yaitu kenaikan nilai tukar yang menyebabkan kenaikan harga bahan baku baik raw material maupun packaging mengalami kenaikan,” ungkap Erwan, dalam Paparan Publik Virtual, pada Jumat (18/9/2026). Di sisi lain, perusahaan juga melakukan kegiatan promosi dan iklan yang cukup intensif selama enam bulan pertama tahun ini. Kondisi tersebut membuat biaya iklan dan promosi mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Erwan menyebut, langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi merek, meningkatkan brand awareness, mendukung peluncuran produk baru serta memperluas pangsa pasar di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Bahan Baku dan Promosi Naik, Laba Victoria Care (VICI) Anjlok 44% di Semester I-2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten kosmetik dan personal care, PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) mencatatkan penurunan laba bersih di tengah peningkatan pendapatan di sepanjang semester I-2026. Merujuk laporan keuangan, VICI tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 745,30 miliar pada semester I-2026. Angka ini bertumbuh 10,14% dibandingkan Rp 676,66 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, laba bersih perusahaan ini justru menyusut 44,15%, dari semula Rp 80,74 miliar di semester I-2025, menjadi Rp 45,09 miliar. Baca Juga: Kementerian ESDM Menyatakan RKAB 3 Anak Usaha BYAN Rampung, Total 15 Juta-20 Juta Ton Direktur VICI Erwan Irawan Noer memaparkan penurunan laba bersih pada periode tersebut disebabkan sejumlah faktor, di antaranya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta kenakaikan harga minyak bumi akibat ketegangan geopolitik. “Penurunan kinerja yang terjadi pada semester pertama tahun ini lebih disebabkan dengan faktor utama, yaitu kenaikan nilai tukar yang menyebabkan kenaikan harga bahan baku baik raw material maupun packaging mengalami kenaikan,” ungkap Erwan, dalam Paparan Publik Virtual, pada Jumat (18/9/2026). Di sisi lain, perusahaan juga melakukan kegiatan promosi dan iklan yang cukup intensif selama enam bulan pertama tahun ini. Kondisi tersebut membuat biaya iklan dan promosi mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Erwan menyebut, langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi merek, meningkatkan brand awareness, mendukung peluncuran produk baru serta memperluas pangsa pasar di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
TAG: