JAKARTA. Industri keramik Indonesia saat ini masih tergantung kepada beberapa bahan baku impor. Padahal dalam kajian Kementerian Perindustrian (Kemprin) ada beberapa jenis bahan baku yang tersedia sumber daya yang ada di dalam negeri. Karena itu, saat ini, Kemprin berupaya agar beberapa bahan baku yang biasa diimpor bisa dicukupi dari dalam negeri. Tujuannya agar industri keramik bisa melakukan efisiensi dan mengurangi ketergantungan dari bahan baku impor. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemprin Haris Munandar, menyatakan, bahan baku yang tersedia di dalam negeri di antaranya adalah tanah lempung kaolin (ball clay), serta mineral jenis feldspar dan zirkonium.
Bahan keramik lokal akan dikembangkan
JAKARTA. Industri keramik Indonesia saat ini masih tergantung kepada beberapa bahan baku impor. Padahal dalam kajian Kementerian Perindustrian (Kemprin) ada beberapa jenis bahan baku yang tersedia sumber daya yang ada di dalam negeri. Karena itu, saat ini, Kemprin berupaya agar beberapa bahan baku yang biasa diimpor bisa dicukupi dari dalam negeri. Tujuannya agar industri keramik bisa melakukan efisiensi dan mengurangi ketergantungan dari bahan baku impor. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemprin Haris Munandar, menyatakan, bahan baku yang tersedia di dalam negeri di antaranya adalah tanah lempung kaolin (ball clay), serta mineral jenis feldspar dan zirkonium.