Bahas Nasib Relokasi Pasca Kebakaran Depo Plumpang, Menteri BUMN Gelar Rapat Sore Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pihaknya akan menggelar rapat terkait penentuan relokasi buntut peristiwa kebakaran Depo Pertamina, di Plumpang, Jakarta. 

Erick mengatakan rapat itu akan digelar sore hari ini bersama pihak Pertamina. 

"Kalau saya nanti sama Pertamina ada rapat jam 4 ya mengenai Plumpang," ujar Erick di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (6/3). 


Baca Juga: Suplai 20% Kebutuhan BBM Nasional, Ini Profil Terminal BBM Plumpang Milik Pertamina

Namun, Erick belum bisa memastikan apakah pemerintah akan merelokasi warga sekitar atau depo Pertamina. 

Erick mengatakan pihaknya juga sudah sempat menggelar rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono terkait kejadian kebakaran tersebut, kemarin. 

Namun, ia juga belum membeberkan hasil rapat yang digelar kemarin itu. 

"Kan kemarin sudah rapat sama Gubernur DKI ada Pak Menko. Nah hasil rapat kemarin masing-masing institusi mem-follow up ke masing-masing institusi dulu," ujarnya. 

Sebagai informasi, kebakaran besar terjadi di kawasan Depo Pertamina Plumpang di Jalan Tanah Merah Bawah RT 012 RW 09, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Jumat (3/3) malam. 

Baca Juga: Jokowi Beri Waktu 2 Hari ke Menteri BUMN dan Gubernur DKI soal Kebakaran Plumpang

Kebakaran tersebut diketahui terjadi pada pukul 20.11 WIB. Kebakaran diduga terjadi setelah pipa BBM di kawasan depo meledak. 

Sebanyak 52 unit mobil pompa dan 260 personel pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di kawasan depo dan pemukiman warga yang ikut terbakar.  Akibat kejadian itu ada belasan orang tewas dan puluhan luka-luka.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul: "Menteri BUMN Akan Rapat Tentukan Nasib Relokasi Buntut Kebakaran Depo Pertamina Plumpang"

Penulis : Rahel Narda Chaterine Editor : Dani Prabowo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi