KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperkuat upaya internasionalisasi bahasa Indonesia melalui kelanjutan kerja sama dengan Hochschule Konstanz Technik, Wirtschaft und Gestaltung (HTWG) Konstanz, Jerman. Kerja sama tersebut dilakukan dalam rangka pengembangan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), sekaligus memperluas pengenalan bahasa, sastra, dan budaya Indonesia di tingkat global.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Diproyeksi Melambat, Ini Pemicunya Kemitraan antara Badan Bahasa dan HTWG Konstanz telah berlangsung sejak 2017. Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pengajaran BIPA, pengembangan program bahasa, sastra, dan budaya, serta berbagai kegiatan kolaborasi lainnya. Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Badan Bahasa Iwa Lukmana mengatakan, kerja sama yang telah berjalan hampir satu dekade tersebut terus mengalami perkembangan. "Tahun ini Badan Bahasa kembali menugaskan satu pengajar BIPA ke HTWG Konstanz. Kami berharap kerja sama ini terus meningkat dalam berbagai bentuk, baik melalui penugasan pengajar BIPA, program residensi sastrawan, maupun kolaborasi lainnya yang akan diwujudkan melalui perjanjian kerja sama ini," ujar Iwa dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga: BMKG Perkuat Mitigasi El Niño 2026, Kemarau Diperkirakan Lebih Panjang dan Kering Menurut Iwa, program internasionalisasi bahasa Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, program BIPA telah diselenggarakan di 62 negara. Selain itu, bahasa Indonesia juga telah ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi dalam Sidang Umum UNESCO. Badan Bahasa kini tengah mendorong penyusunan regulasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga sebagai landasan penguatan internasionalisasi bahasa Indonesia. Dosen Bahasa Indonesia HTWG Konstanz, Andi Nurhaina, mengatakan sejak kerja sama dimulai pada 2017, Badan Bahasa telah mengirimkan tujuh pengajar BIPA untuk mengajar secara daring maupun luring di kampus tersebut. Ia menjelaskan, meski pandemi Covid-19 sempat membuat proses pembelajaran dilakukan secara daring, kolaborasi kedua institusi tetap berjalan. Mahasiswa HTWG Konstanz juga mengikuti pembelajaran di perguruan tinggi mitra di Indonesia, menjalani program magang di berbagai institusi dan perusahaan, serta mengikuti pelatihan intensif BIPA selama dua pekan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Baca Juga: Awas! Tekanan Darah Jutaan Remaja RI Di Atas Normal, Cek Cara Menurunkan Darah Tinggi Dalam kesempatan tersebut, HTWG Konstanz menyerahkan dokumen Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani oleh Rektor HTWG Konstanz, Sabine Rein. Dokumen tersebut menjadi bentuk komitmen kedua pihak untuk melanjutkan sekaligus memperluas kerja sama di bidang bahasa dan budaya. Badan Bahasa berharap kolaborasi ini dapat semakin memperkuat pengembangan program BIPA serta meningkatkan pemahaman masyarakat internasional terhadap bahasa dan budaya Indonesia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News