KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama pengembangan industri liquefied petroleum gas (LPG) dengan Brunei Darussalam untuk memperkuat ketahanan pasokan energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, opsi pemanfaatan gas C3 dan C4 milik Brunei sebagai bahan baku LPG tengah dijajaki. Selain potensi impor bahan baku, pemerintah juga mempertimbangkan peluang pembangunan industri LPG di negara tersebut dengan pasar serapan di Indonesia. “Kemarin kita di Brunei dengan Wakil Perdana Menterinya kita melakukan komunikasi bilateral. Transfer teknologi, kemudian mereka juga mau belajar ke Indonesia. Kita juga mengatakan kalau mereka mempunyai gas C3 C4 untuk bahan baku LPG, bisa kita ambil punya mereka juga atau kita bangun industri LPG di sana untuk offtaker-nya di Indonesia,” ujar Bahlil ditemui di Kantor Kementerian, Selasa (17/3/2026).
Bahlil Buka Opsi Ambil Gas C3–C4 Brunei untuk Bahan Baku LPG Nasional
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama pengembangan industri liquefied petroleum gas (LPG) dengan Brunei Darussalam untuk memperkuat ketahanan pasokan energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, opsi pemanfaatan gas C3 dan C4 milik Brunei sebagai bahan baku LPG tengah dijajaki. Selain potensi impor bahan baku, pemerintah juga mempertimbangkan peluang pembangunan industri LPG di negara tersebut dengan pasar serapan di Indonesia. “Kemarin kita di Brunei dengan Wakil Perdana Menterinya kita melakukan komunikasi bilateral. Transfer teknologi, kemudian mereka juga mau belajar ke Indonesia. Kita juga mengatakan kalau mereka mempunyai gas C3 C4 untuk bahan baku LPG, bisa kita ambil punya mereka juga atau kita bangun industri LPG di sana untuk offtaker-nya di Indonesia,” ujar Bahlil ditemui di Kantor Kementerian, Selasa (17/3/2026).
TAG: