KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus berupaya mengamankan pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan Indonesia akan segera merealisasikan impor minyak mentah (crude) dari Rusia dalam waktu dekat. Hal ini menyusul hasil kerja sama yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Rusia pada saat kunjungan bilateral ke Kremlin, Moskow di pekan ini. "Dalam pertemuan saya dengan Menteri Energi dan pemerintahan Rusia, telah disepakati bahwa kita akan mendapat
support, kita akan beli
crude di Rusia," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: Kemenlu Pastikan Pelaksaan Haji 2026 Berjalan Sesuai Jadwal Bahlil mengungkapkan, langkah diversifikasi ini diambil pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada satu negara tertentu. Menurutnya, strategi serupa juga dilakukan dengan negara lain guna memperkuat ketahanan energi nasional. "Ini kita lakukan juga di negara lain termasuk di Amerika. Kenapa? Dalam posisi geopolitik yang tidak menentu, kita tidak bisa mengharapkan hanya satu negara, jadi harus ada diversifikasi. Jadi Insyaallah
crude kita, Insyaallah akan semakin membaik," ungkapnya. Selain minyak mentah, pemerintah juga membidik pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Negeri Beruang Merah tersebut. Hal ini sejalan dengan proyeksi lonjakan konsumsi LPG nasional yang diperkirakan mencapai 10 juta ton per tahun pada periode 2026-2027, terutama dengan adanya tambahan kebutuhan industri sebesar 1,5 juta ton per tahun. Bahlil menyebutkan, saat ini, produksi LPG domestik hanya mencapai 1,6 juta ton, sehingga pencarian pasar baru menjadi keharusan. "Kaitan dengan itu, kita juga mencari pasar-pasar baru. Total produksi kita hanya 1,6 juta, jadi kita harus mencari pasar baru dan termasuk di Rusia. Kalau untuk LPG dalam taraf finalisasi," katanya. Bahlil tak menampik bahwa persaingan mendapatkan pasokan LPG global sangat ketat, terutama setelah adanya gangguan pada fasilitas produksi milik Saudi Aramco akibat ketegangan di Timur Tengah. "Begitu Saudi Aramco kena kemarin dari gejolak ketegangan sampai kemudian kena rudal di pabrik mereka, itu pasti berpengaruh kepada global," imbuhnya. Meski demikian, Bahlil menjamin stok LPG dalam negeri masih dalam kondisi aman. Kementerian ESDM bersama Pertamina terus melakukan konsolidasi untuk mencari alternatif pasokan terbaik. "Sekarang posisi LPG kita di atas standar minimum nasional. Jadi insyaallah clear," tegasnya.
Baca Juga: PPIP Targetkan Produk Ikan Pindang Tembus Pasar Ekspor Terkait jadwal pelaksanaannya, Bahlil memberikan sinyal bahwa pengiriman minyak mentah bisa segera di mulai.
"Kalau untuk
crude mungkin bulan-bulan ini bisa jalan. (LPG) masih dalam finalisasi. Lebih cepat lebih baik," pungkasnya. Sayangnya, Bahlil tak bisa menyebutkan berapa besar volume impor
crude dari Rusia tersebut. Yang jelas, kata dia, crude dalam negeri dalam posisi aman. "Saya enggak bisa menjelaskan tentang volume. Yang penting saya sebagai pemerintah, atas arahan Bapak Presiden, memastikan bahwa seluruh kebutuhan kita, crude kita itu tersedia dan kita harus cari untuk memastikan kepentingan rakyat bisa terlayani," pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News