KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah RI memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026, meski harga minyak mentah dunia berpotensi bergejolak akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kenaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat. “Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa. Sekali pun terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kompas.com pada Rabu (4/3/2026).
Sementara itu, untuk BBM non-subsidi, penyesuaian harga tetap mengikuti mekanisme pasar sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022.
Sebagai gambaran, sejumlah harga BBM di Indonesia memang telah mengalami penyesuaian pada awal Maret 2026. Berikut daftar lengkapnya (Jabodetabek): Baca Juga: Bahlil: Impor Minyak Mentah dari AS Dimulai Bertahap, RI Siapkan Storage 90 Hari Pertamina - Pertalite: Rp 10.000 per liter
- Bio Solar: Rp 6.800 per liter
- Pertamax (RON 92): Rp 12.350 per liter
- Pertamax Green (RON 95): Rp 12.900 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.100 per liter
- Dexlite: Rp 14.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp 14.500 per liter
- Shell Super: Rp 12.390 per liter
- Shell V-Power: tidak tersedia
- Shell V-Power Diesel: Rp 14.620 per liter
- Shell V-Power Nitro+: tidak tersedia
- BP 92: Rp 12.390 per liter
- BP Ultimate: Rp 12.920 per liter
- BP Ultimate Diesel: Rp 14.620 per liter
- Revvo 92: Rp 12.390 per liter
- Revvo 95: Rp 12.930 per liter
- Diesel Primus Plus: Rp 14.610 per liter