KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengeluhkan adanya pemangkasan anggaran BKPM karena dapat menghambat realisasi investasi. Padahal, langkah tersebut diambil pemerintah untuk mencari pembiayaan negara di tengah dampak virus corona terhadap perekonomian dalam negeri. Adapun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memotong anggaran BKPM sebanyak 11%, di mana semula alokasi anggaran di tahun 2020 sebanyak Rp 585,4 miliar menjadi Rp 523,9 miliar. Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Adisatrya Suryo Sulisto mengatakan, BKPM seharusnya berlapang dada, karena banyak Kementerian/Lembaga (K/L) lain juga yang anggarannya dipangkas. Kata Adi, BKPM harusnya kreatif dalam menjalankan tugasnya di tengah pandemi virus corona ini.
Bahlil keluhkan anggaran BKPM dipangkas, DPR: Harus lebih kreatif
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengeluhkan adanya pemangkasan anggaran BKPM karena dapat menghambat realisasi investasi. Padahal, langkah tersebut diambil pemerintah untuk mencari pembiayaan negara di tengah dampak virus corona terhadap perekonomian dalam negeri. Adapun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memotong anggaran BKPM sebanyak 11%, di mana semula alokasi anggaran di tahun 2020 sebanyak Rp 585,4 miliar menjadi Rp 523,9 miliar. Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Adisatrya Suryo Sulisto mengatakan, BKPM seharusnya berlapang dada, karena banyak Kementerian/Lembaga (K/L) lain juga yang anggarannya dipangkas. Kata Adi, BKPM harusnya kreatif dalam menjalankan tugasnya di tengah pandemi virus corona ini.