Bahlil Pastikan Ekspor LNG 2026 Aman, Bagaimana dengan Pasokan Tahun 2027?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berupaya menjaga kepercayaan pembeli internasional terhadap pasokan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, memastikan seluruh kontrak ekspor LNG sepanjang 2026 dapat dipenuhi sesuai kesepakatan.

Bahlil menegaskan, kontrak ekspor gas tahun ini tidak lagi menghadapi kendala pasokan. Pemerintah juga mulai menyiapkan langkah untuk memastikan kelancaran pengiriman gas kepada mitra luar negeri pada 2027.


Menurut Bahlil, pemenuhan kebutuhan gas untuk pasar ekspor telah dikoordinasikan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kewajiban kepada pembeli internasional dan kebutuhan energi di dalam negeri.

Baca Juga: Pendapatan Prodia Diagnostic Line (PRDL) Anjlok 60,9% hingga September 2026

"Kontrak kita tentang gas tahun ini clear ya, LNG clear, yang kontrak kita untuk ekspor," ujarnya dalam acara FOREK Hulu Migas 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Bahlil juga menyinggung kendala pemenuhan kontrak gas yang terjadi pada 2025. Saat itu, tingginya permintaan domestik membuat pemerintah harus melakukan penyesuaian alokasi pasokan gas yang sebelumnya direncanakan untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

"Memang di 2025, saya harus minta maaf karena waktu itu terjadi kelebihan permintaan domestik 60 kargo. Jadi sebagiannya kita melakukan penyusaian," jelasnya.

Untuk mengantisipasi persoalan serupa, pemerintah memastikan pengelolaan pasokan LNG akan dilakukan lebih terencana. Langkah ini diperlukan agar kontrak yang telah disepakati dengan pembeli luar negeri dapat berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan energi nasional.

Bahlil mengatakan, kepastian pasokan ekspor tidak hanya menjadi perhatian pemerintah untuk 2026, tetapi juga untuk tahun berikutnya. Ia telah menginstruksikan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk melakukan evaluasi dan perencanaan pasokan guna menjaga keberlangsungan kontrak.

"Tapi 2026 ini semuanya kita jalankan. Di 2027 pun, saya sudah perintahkan kepada SKK Migas untuk di-exercise agar menjaga off taker dan market yang sudah dilakukan tanda tangan kerjasama dengan pihak luar negeri supaya semuanya bisa berjalan," tandasnya.

Baca Juga: Laba Teladan Prima Agro (TLDN) Tumbuh 5,5% pada Kuartal III-2026

Produksi LNG Indonesia Naik Tipis pada 2025

Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi LNG Indonesia pada 2025 mencapai 17,44 juta metrik ton (MT). Angka tersebut meningkat tipis dibandingkan dengan produksi pada 2024 yang tercatat sebesar 17,34 juta MT.

Meski produksi meningkat, data ekspor LNG secara khusus belum tercantum dalam data yang digunakan sebagai acuan dalam laporan ini.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan total ekspor gas alam Indonesia sepanjang 2025 mencapai 14,04 juta ton. Realisasi tersebut turun dibandingkan dengan ekspor pada 2024 yang mencapai 15,49 juta ton.

Dari sisi nilai, ekspor gas alam Indonesia pada 2025 tercatat sebesar US$ 7,19 miliar. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai US$ 8,9 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News