KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai memetakan wilayah potensial penghasil bahan baku etanol untuk mendukung rencana penerapan bahan bakar campuran etanol, mulai dari E10 hingga E50. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pasokan domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah daerah yang berpotensi menjadi pemasok bahan baku etanol. Wilayah tersebut tersebar di beberapa pulau, termasuk Jawa, Sumatera, dan Papua. Pemerintah juga berencana meningkatkan kadar campuran etanol secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan industri pengolahan di dalam negeri.
Bahlil Petakan Daerah Penghasil Etanol untuk Program Bahan Bakar E10-E50
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai memetakan wilayah potensial penghasil bahan baku etanol untuk mendukung rencana penerapan bahan bakar campuran etanol, mulai dari E10 hingga E50. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pasokan domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah daerah yang berpotensi menjadi pemasok bahan baku etanol. Wilayah tersebut tersebar di beberapa pulau, termasuk Jawa, Sumatera, dan Papua. Pemerintah juga berencana meningkatkan kadar campuran etanol secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan industri pengolahan di dalam negeri.
TAG: