Bahlil Ungkap UC Rusal Bakal Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memacu akselerasi program hilirisasi sektor pertambangan dengan menggaet investor global. Terbaru, produsen aluminium asal Rusia, UC Rusal, dipastikan bakal menanamkan investasinya untuk membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) alumina berbasis bauksit di Pulau Kalimantan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan, komitmen investasi perusahaan raksasa tersebut kini telah memasuki tahap akhir dari sisi administratif.

"Dengan Rusal ya, mereka akan membangun hilirisasi dari bauksit untuk menjadi alumina. Dan itu di daerah Kalimantan. Untuk urusan perizinannya sudah tahap hampir final," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Senin (14/9/2026).


Baca Juga: Antrean BBM Subsidi di Makassar Mereda, Pertamina: 80% SPBU Sudah Lebih Kondusif

Bahlil menjelaskan, masuknya investasi asing dalam proyek pengolahan alumina ini tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan ekosistem bisnis lokal. Pemerintah mendorong skema kemitraan strategis agar pelaku usaha domestik turut terlibat aktif dalam penguatan industri pengolahan bahan tambang tersebut.

"Kita memang melakukan kolaborasi dan mereka melakukan kerja sama dengan pengusaha dalam negeri," jelasnya.

Terkait dengan nilai investasi yang disiapkan oleh UC Rusal, Bahlil masih enggan membeberkan angka pastinya ke publik hingga siapa yang akan bekerja sama dengan Rusal di dalam negeri.

Dia hanya bilang, saat ini pihaknya tengah mematangkan studi kelayakan (feasibility study/FS) terhadap proyek tersebut.

"Nanti, FS-nya saya selesaikan dulu ya," pungkasnya.

Baca Juga: Telkomsat Perkuat Pemanfaatan Earth Intelligence lewat GeoTSat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News