Bahrain mengizinkan penerbangan UEA-Israel melintasi wilayah udaranya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bahrain mengatakan semua penerbangan ke dan dari Uni Emirat Arab dapat melintasi wilayah udaranya, sebuah langkah yang akan memungkinkan layanan udara antara Israel dan UEA terbang di atas kerajaan.

Dalam pemberitaan Aljazeera, kebijakan penerbangan itu datang atas permintaan UEA, menyusul kesepakatan bulan lalu yang menjadikan UEA menjadi negara Arab ketiga yang mencapai kesepakatan dengan Israel tentang normalisasi hubungan.

Perjanjian yang ditengahi AS, yang menutup bertahun-tahun kontak antara kedua negara dalam perdagangan dan teknologi telah dikecam oleh Palestina sebagai pengkhianatan. 


Baca Juga: Sepakat dengan Israel, Iran: Pengkhianatan Uni Emirat Arab tak akan berlangsung lama

"Bahrain akan mengizinkan semua penerbangan yang datang dan berangkat dari Uni Emirat Arab ke semua negara untuk melintasi wilayah udaranya," dilaporkan kantor berita resmi Bahrain, mengutip sumber resmi di Kementerian Transportasi dan Telekomunikasi.

Keputusan itu memotong waktu terbang antara negara-negara Timur Tengah hingga beberapa jam. Bahrain, yang menampung Armada Kelima Angkatan Laut AS dan pangkalan angkatan laut Inggris, memiliki komunitas Yahudi yang bersejarah. 

Israel dan Palestina bereaksi terhadap kesepakatan UEA

Bulan lalu, seorang pejabat Israel mengatakan Bahrain dan Oman bisa menjadi negara Teluk berikutnya yang mengikuti UEA dalam meresmikan hubungan dengan Israel.

Editor: Handoyo .