Baht Thailand dan Rupiah Menguat di Tengah Pergerakan Tipis Mata Uang Asia



KONTAN.CO.ID - Mata uang Thailand dan Indonesia menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (11/2/2026), di tengah pergerakan yang relatif terbatas di pasar valuta asing Asia.

Melansir Reuters berdasarkan data pukul 02.11 GMT, baht Thailand terapresiasi 0,29% ke level 31,15 per dolar AS, sementara rupiah Indonesia naik 0,18% ke posisi 16.760 per dolar AS.

Baca Juga: Deflasi Harga Produsen China Berlanjut, Inflasi Konsumen Melambat pada Januari 2026


Penguatan juga terjadi pada yen Jepang yang naik 0,30% ke 153,92 per dolar AS. Dolar Singapura dan dolar Taiwan masing-masing menguat tipis 0,01% dan 0,12%, sedangkan won Korea Selatan naik 0,08%.

Di sisi lain, ringgit Malaysia melemah 0,03% ke 3,922 per dolar AS dan yuan China turun tipis 0,02% ke 6,915 per dolar AS. Peso Filipina menguat 0,12%, sementara rupee India relatif stabil.

Kinerja Sejak Awal 2026

Secara kumulatif sejak akhir 2025, yen Jepang menguat sekitar 1,77% terhadap dolar AS, disusul dolar Singapura yang naik 1,69% dan yuan China yang terapresiasi 1,05%.

Baht Thailand mencatat penguatan 0,96% sepanjang tahun berjalan, sementara peso Filipina naik 0,64%.

Baca Juga: Bersaing dengan Netflix, Paramount Percantik Tawaran untuk Warner Bros

Sebaliknya, rupiah Indonesia masih melemah sekitar 0,54% dibandingkan posisi akhir 2025.

Won Korea Selatan dan rupee India juga berada di zona negatif masing-masing turun 1,13% dan 0,78% secara year-to-date.

Pergerakan mata uang Asia yang cenderung terbatas mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve dan pergerakan dolar global.

Selanjutnya: Grafik Harga Emas Antam Batangan (11 Februari 2026), Hari Ini Naik atau Turun?

Menarik Dibaca: IHSG Lanjut Menguat, Dibuka Naik 0,6% pada Rabu Pagi (11/2)