JAKARTA. Perusahaan layanan web asal China, Baidu ingin memperkuat investasi di Indonesia. Mereka berencana menggelontorkan dana investasi sebesar US$ 1 juta tahun ini. Rencana investasi ini merupakan rangkaian investasi jangka panjang lima tahun ke depan untuk membangun marketing resources. Baidu berencana memakai dana investasi untuk membuat aplikasi dengan menggandeng 15 pelaku start-up di Indonesia. "Kami menargetkan satu start-up bisa menghasilkan setidaknya lima aplikasi, karena kami tahu ada start-up Indonesia yang bisa menghasilkan 10 aplikasi," terang Marketing Manager Baidu Indonesia Iwan Setiawan, usai konferensi pers Baidu di, Jakarta Jumat (16/10). Untuk memperlancar investasi, Baidu menjalin kerjasama dengan pemerintah Indonesia. Perusahaan yang menjamah pasar Indonesia sejak tiga tahun lalu itu, menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Baidu mulai menjajal investasi di Indonesia
JAKARTA. Perusahaan layanan web asal China, Baidu ingin memperkuat investasi di Indonesia. Mereka berencana menggelontorkan dana investasi sebesar US$ 1 juta tahun ini. Rencana investasi ini merupakan rangkaian investasi jangka panjang lima tahun ke depan untuk membangun marketing resources. Baidu berencana memakai dana investasi untuk membuat aplikasi dengan menggandeng 15 pelaku start-up di Indonesia. "Kami menargetkan satu start-up bisa menghasilkan setidaknya lima aplikasi, karena kami tahu ada start-up Indonesia yang bisa menghasilkan 10 aplikasi," terang Marketing Manager Baidu Indonesia Iwan Setiawan, usai konferensi pers Baidu di, Jakarta Jumat (16/10). Untuk memperlancar investasi, Baidu menjalin kerjasama dengan pemerintah Indonesia. Perusahaan yang menjamah pasar Indonesia sejak tiga tahun lalu itu, menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).