KONTAN.CO.ID - Vitamin D tidak hanya berperan dalam menjaga kesehatan tulang, tetapi juga berkaitan dengan fungsi jantung dan pembuluh darah. Kecukupan vitamin ini diperlukan untuk mendukung berbagai proses tubuh, mulai dari penyerapan kalsium hingga pengaturan sejumlah faktor yang berhubungan dengan kesehatan kardiovaskular. Vitamin D bisa diperoleh melalui paparan sinar matahari, konsumsi makanan tertentu, maupun suplemen sesuai kebutuhan. Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dan peningkatan risiko penyakit jantung.
Manfaat Vitamin D untuk Kesehatan Jantung
Vitamin D memiliki sejumlah fungsi yang berkaitan dengan kesehatan tubuh. Melansir dari laman Kemenkes, berikut beberapa manfaat vitamin D untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. 1. Membantu Mengatur Tekanan Darah Vitamin D berperan dalam sistem renin-angiotensin-aldosteron, yaitu sistem hormonal yang membantu mengatur tekanan darah. Salah satu komponennya adalah hormon renin yang terlibat dalam pengendalian tekanan darah. Kecukupan vitamin D berkaitan dengan fungsi sistem tersebut. Sementara itu, tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke. Meski demikian, vitamin D bukan pengganti pengobatan hipertensi. Menjaga tekanan darah tetap terkendali perlu dilakukan melalui pola hidup sehat dan pengobatan sesuai anjuran dokter jika diperlukan. 2. Membantu Mengendalikan Peradangan Peradangan yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah dan jaringan jantung. Kondisi ini juga berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Vitamin D terlibat dalam pengaturan respons sistem kekebalan tubuh, termasuk proses yang berhubungan dengan peradangan. Oleh karena itu, kecukupan vitamin D menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi tubuh secara keseluruhan. Namun, manfaat vitamin D dalam mengurangi risiko penyakit jantung melalui mekanisme ini masih perlu ditinjau berdasarkan bukti penelitian yang tersedia. 3. Berkaitan dengan Metabolisme Kolesterol Kolesterol memiliki fungsi penting bagi tubuh, tetapi kadar kolesterol tertentu yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sejumlah penelitian telah mengkaji hubungan antara vitamin D dan metabolisme lemak, termasuk kolesterol. Kecukupan vitamin D diperlukan untuk mendukung kesehatan tubuh, tetapi belum dapat dipastikan bahwa peningkatan asupan vitamin ini secara langsung menurunkan kadar kolesterol. Karena itu, Anda tetap perlu menjaga pola makan seimbang, membatasi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans, serta memeriksa kadar kolesterol secara berkala sesuai kebutuhan. 4. Mendukung Kesehatan Pembuluh Darah Endotel merupakan lapisan sel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah. Lapisan ini membantu mengatur fungsi pembuluh darah dan aliran darah ke seluruh tubuh. Vitamin D diketahui terlibat dalam sejumlah proses biologis yang berkaitan dengan fungsi pembuluh darah. Kesehatan pembuluh darah penting untuk mengurangi risiko gangguan kardiovaskular, termasuk aterosklerosis. Aterosklerosis terjadi ketika plak yang terdiri atas lemak, kolesterol, dan zat lain menumpuk di dinding arteri. Penumpukan tersebut dapat mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke. Meski vitamin D memiliki peran dalam berbagai proses tubuh, belum ada bukti kuat bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dapat secara langsung mencegah aterosklerosis. 5. Membantu Penyerapan Kalsium Salah satu fungsi utama vitamin D adalah membantu penyerapan kalsium di dalam usus. Mineral ini dibutuhkan untuk menjaga kekuatan tulang dan mendukung fungsi otot. Kekurangan vitamin D dapat mengganggu penyerapan kalsium sehingga tubuh kesulitan mempertahankan keseimbangan mineral. Namun, kondisi ini tidak berarti kekurangan vitamin D secara langsung menyebabkan penumpukan kalsium di arteri. Pengendapan kalsium pada pembuluh darah merupakan proses kompleks yang dipengaruhi berbagai faktor kesehatan. Karena itu, menjaga keseimbangan vitamin D dan kalsium tetap penting, tetapi konsumsi suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. 6. Berkaitan dengan Faktor Risiko Kardiovaskular Lainnya Vitamin D juga diteliti karena hubungannya dengan metabolisme gula darah, lemak, dan berat badan. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi risiko seseorang mengalami penyakit kardiovaskular. Kadar vitamin D yang rendah ditemukan berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan dalam berbagai penelitian. Akan tetapi, hubungan tersebut tidak selalu menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D merupakan penyebab langsungnya. Untuk menjaga kesehatan jantung, Anda tetap perlu memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol. Baca Juga: Kasus Hipertensi Naik di Indonesia, Ini Cara Efektif Menurunkan Tekanan Darah TinggiSumber Vitamin D yang Baik untuk Tubuh
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, Anda dapat memperoleh nutrisi ini dari sinar matahari, makanan, serta suplemen jika diperlukan. Berikut beberapa sumber vitamin D yang bisa dipertimbangkan. 1. Paparan Sinar Matahari Tubuh dapat memproduksi vitamin D ketika kulit terpapar sinar ultraviolet B (UVB) dari matahari. Karena itu, paparan sinar matahari menjadi salah satu cara untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin D. Namun, jumlah vitamin D yang diproduksi tubuh dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti waktu paparan, lokasi, warna kulit, usia, dan kondisi lingkungan. Durasi berjemur selama 15–20 menit tidak selalu menghasilkan vitamin D dalam jumlah yang sama pada setiap orang. Anda juga perlu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet berlebihan dengan menggunakan tabir surya dan menghindari paparan yang berisiko menyebabkan kulit terbakar. 2. Ikan Berlemak Ikan berlemak termasuk sumber vitamin D yang dapat diperoleh melalui makanan sehari-hari. Beberapa jenis ikan yang bisa Anda konsumsi meliputi:- Salmon.
- Sarden.
- Makarel.
- Trout.