JAKARTA. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H, Laoly mengatakan, bukan perkara mudah untuk menangkap terpidana kasus pencucian uang serta penimbunan bahan bakar minyak dan kayu di Kabupaten Raja Ampat, Aiptu Labora Sitorus. Menurut dia, setiap kali petugas ingin menangkapnya, Labora selalu dilindungi oleh masyarakat yang tinggal di sekitar rumahnya. "Persoalannya, dia dilindungi masyarakat. Dia dermawan dan membantu sekitar, jadi dianggap orang baik. Semacam 'Robin Hood'-lah," kata Yasonna di Kompleks Gedung Parlemen, Jumat (6/2). Yasonna mengatakan, ada kekhawatiran timbul konflik apabila petugas lembaga pemasyarakatan maupun polisi memaksa menangkap Labora. Ia tidak dapat memastikan kapan proses eksekusi itu akan dilangsungkan. Hanya, ia mengimbau agar Labora segera menyerahkan diri dan menjalani putusan Mahkamah Agung yang menjatuhkan vonis 15 tahun kepadanya.
Bak Robin Hood, Labora sulit ditangkap
JAKARTA. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H, Laoly mengatakan, bukan perkara mudah untuk menangkap terpidana kasus pencucian uang serta penimbunan bahan bakar minyak dan kayu di Kabupaten Raja Ampat, Aiptu Labora Sitorus. Menurut dia, setiap kali petugas ingin menangkapnya, Labora selalu dilindungi oleh masyarakat yang tinggal di sekitar rumahnya. "Persoalannya, dia dilindungi masyarakat. Dia dermawan dan membantu sekitar, jadi dianggap orang baik. Semacam 'Robin Hood'-lah," kata Yasonna di Kompleks Gedung Parlemen, Jumat (6/2). Yasonna mengatakan, ada kekhawatiran timbul konflik apabila petugas lembaga pemasyarakatan maupun polisi memaksa menangkap Labora. Ia tidak dapat memastikan kapan proses eksekusi itu akan dilangsungkan. Hanya, ia mengimbau agar Labora segera menyerahkan diri dan menjalani putusan Mahkamah Agung yang menjatuhkan vonis 15 tahun kepadanya.