KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah berupaya untuk mendongkrak pemanfaat Bandara Kertajati. Sejumlah strategi pun dilakukan. Salah satunya, PT Angkasa Pura/AP II (persero) dalam waktu dekat akan memberikan insentif bagi maskapai yang beroperasi di Bandara Kertajati. "Kami akan memberikan insentif bagi maskapai. Ada dua yang kami sudah diskusikan secara internal, satu dalam bentuk pembebasan parking fee dan landing fee. Detailnya akan segera kami sampaikan," ucap Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi yang diperoleh pada Rabu (18/10/2023). Mengutip Infopublik.id, adapun AP II bersama stakeholder mendorong tiga hal di Bandara Kertajati.
Pertama, seamless yang mewujudkan konektivitas dari dan ke Bandara Kertajati. Sebagai contoh, untuk mewujudkan seamless maka tersedia berbagai pilihan moda transportasi publik dari dan ke Bandara Kertajati seperti operator bus, shuttle bus dan taksi. Kedua, affordability yakni keterjangkauan. Terkait hal ini, masyarakat Jabar dapat merasakan keterjangkauan dalam mengakses bandara. Ketiga, ease of travel yakni kemudahan dalam melakukan perjalanan. Adapun easiness of travel adalah mewujudkan kemudahan sejalan dengan dioperasikannya Tol Cisumdawu. "Bandara Kertajati semakin dekat dengan Bandung karena adanya Tol Cisumdawu. Dari Bandung ke Kertajati hanya butuh waktu 1 jam 15 menit hingga 1 jam 30 menit," jelas Awaluddin. Baca Juga: Naik 40%, Angkasa Pura Layani 51,7 Juta Penumpang hingga September 2023 Lebih lanjut ia mengatakan bahwa infrastruktur serta fasilitas operasional dan pelayanan di Bandara Kertajati sudah siap menerima penerbangan pesawat jet berjadwal. Ia mengatakan, diperlukan kolaborasi seluruh pihak untuk dapat terus memajukan Bandara Kertajati. "Di dunia aviasi, setiap pihak harus berkolaborasi. Karena itu kami berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk secara berkelanjutan memajukan Bandara Kertajati," ujarnya. Sebagai bentuk kolaborasi, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat serta Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Jawa Barat telah menyatakan siap mendukung penuh penerbangan berjadwal dengan pesawat jet dari Bandara Kertajati mulai 29 Oktober 2023. Ketua PHRI Jabar Herman Muchtar mengatakan, sangat mendorong untuk memajukan Bandara Kertajati melalui kolaborasi. "(Saat ini) kebijakan sangat bagus, Bandara Husein Sastranegara tidak dimatikan (masih melayani penerbangan dengan pesawat propeller) dan Bandara Kertajati dihidupkan," ujarnya.