Bakal IPO, Mutuagung Lestari Incar Dana Hingga Rp 103 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mutuagung Lestari Tbk, perusahaan di bidang jasa pengujian, inspeksi dan sertifikasi (testing, inspection, and certification) atau TIC berencana untuk mencatatkan sahamnya dalam Initial Public Offering (IPO).

Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 942.857.200 saham biasa atas nama, atau sebanyak-banyaknya 30% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor. Adapun nilai nominal Rp 25 per saham.

Menurut prospektus awal Mutuagung Lestari, harga penawaran saham kepada masyarakat akan berkisar antara Rp 105 hingga Rp 110 per saham.


"Dengan demikian, Mutuagung Lestari berpotensi mendapatkan dana segar sebesar Rp 99.000.006.000 hingga Rp 103.714.292.000 dari aksi korporasi tersebut," tulis perseroan dalam keterangan resmi, Selasa (25/7).

Selain IPO, Mutuagung Lestari juga akan menerbitkan hingga 235.714.300 Waran Seri I. Waran Seri I ini akan menyumbang sebesar 10,71% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor Mutuagung Lestari sebelum pelaksanaan IPO.

Baca Juga: Ini Rencana Bisnis Royaltama Mulia Kontraktorindo (RMKO) Usai IPO

Pemegang saham yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada Tanggal Penjatahan akan menerima Waran Seri I secara cuma-cuma dengan rasio 1 Waran Seri I untuk setiap 4 saham yang dimiliki. Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk menukar setiap 1 Waran menjadi 1 saham baru perseroan dengan nilai nominal Rp 25.

Pelaksanaan penukaran ini dilakukan dengan harga Rp 324 selama masa berlakunya pelaksanaan. Total nilai pelaksanaan Waran Seri I mencapai Rp 76.371.433.200.

PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk telah ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek untuk memfasilitasi aksi korporasi ini.

Dari dana hasil IPO, sekitar 66% akan dialokasikan untuk keperluan belanja modal atau capital expenditure (capex). Dana tersebut guna mengembangkan laboratorium yang telah ada, serta membuka kantor cabang baru setelah mendapatkan akreditasi.

Emiten yang bakal menggunakan kode saham MUTU ini terafiliasi dengan PT Mitra Investindo Tbk (MITI). Sebab adanya kepemilikan saham oleh PT Inti Bina Utama di MITI dan kepemilikan saham PT Inti Buana Utama di MUTU melalui PT Sentra Mutu Handal.

Mutuagung Lestari atau dikenal MUTU International mengklaim memiliki sekitar 4.000 klien dari berbagai belahan dunia. Mutuagung Lestari juga memiliki jaringan kerjasama dengan lembaga-lembaga akreditasi internasional maupun nasional seperti ISCC, MAFF, FOSFA, RSPO, ASI, JCM, USEPA, CARB, ISPO, dan LEI.

Baca Juga: Mulai Masa Penawaran, Royaltama Mulia (RMKO) Pasang Harga IPO Rp 450

Selain itu, juga memiliki jaringan Lembaga Pemerintah seperti KAN, KKP, Kemnaker, Kementan, KLHK, dan Kemenparekraf. MUTU International juga tercatat sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi gas rumah kaca (LVV) pertama di Indonesia.

"Berbekal dari jaringan pelanggan, mitra kerja, dan dukungan pengendali terhadap pengembangan usaha, diharapkan MUTU akan memiliki kinerja yang positif," imbuh manajemen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari