KONTAN.CO.ID -Â JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Emiten tambang emas dan tembaga ini berencana melakukan penawaran umum terbatas II (PUT II) sebanyak-banyaknya 1.206.000.000 saham dengan harga penerbitan Rp 2.830. Rizky Khaerunnisa, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan, adanya aksi korporasi ini cukup menarik untuk saham MDKA. Hal tersebut karena harga penebusannya yang relatif jauh di bawah harga saat ini yaitu sebesar Rp 2.830 per saham. Pada perdagangan Senin (07/2), saham MDKA ditutup naik 0,55% ke level Rp 3.640. Dari rencana rights issue MDKA, aksi korporasi ini membuat Merdeka Copper berpotensi meraup dana Rp 3,41 triliun. Dana tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan MDKA. Seluruh dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini rencananya akan digunakan untuk kebutuhan likuiditas dan modal kerja perusahaan. Oleh karena itu, Rizky menilai, hal tersebut dapat mendukung pengembangan usaha perusahaan dan memberikan nilai tambah dalam mendukung kinerja ke depan.
Bakal Rights Issue, Begini Prospek Saham Merdeka Copper (MDKA)
KONTAN.CO.ID -Â JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Emiten tambang emas dan tembaga ini berencana melakukan penawaran umum terbatas II (PUT II) sebanyak-banyaknya 1.206.000.000 saham dengan harga penerbitan Rp 2.830. Rizky Khaerunnisa, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan, adanya aksi korporasi ini cukup menarik untuk saham MDKA. Hal tersebut karena harga penebusannya yang relatif jauh di bawah harga saat ini yaitu sebesar Rp 2.830 per saham. Pada perdagangan Senin (07/2), saham MDKA ditutup naik 0,55% ke level Rp 3.640. Dari rencana rights issue MDKA, aksi korporasi ini membuat Merdeka Copper berpotensi meraup dana Rp 3,41 triliun. Dana tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan MDKA. Seluruh dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini rencananya akan digunakan untuk kebutuhan likuiditas dan modal kerja perusahaan. Oleh karena itu, Rizky menilai, hal tersebut dapat mendukung pengembangan usaha perusahaan dan memberikan nilai tambah dalam mendukung kinerja ke depan.