Bakal Rilis Kinerja Senin (9/2), Maybank Sekuritas Pangkas Target Harga Saham ISAT



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maybank Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi buy untuk saham PT Indosat Tbk (ISAT). Namun Maybank Sekuritas menurunkan target harga dari sebelumnya Rp 2.900 menjadi Rp 2.500 per saham. Penyesuaian ini dilakukan seiring pembaruan valuasi ke proyeksi tahun buku 2026.

“Kami melakukan roll forward valuasi ke 2026 dan mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga yang lebih rendah di Rp 2.500,” ujar Etta Rusdiana Putra, Analis Maybank Sekuritas Indonesia dalam riset 3 Februari 2026. Target harga tersebut mencerminkan valuasi EV/EBITDA 5,0x, dengan implikasi P/E 15,6x dan P/BV 2,1x untuk FY26E.

Indosat dijadwalkan merilis kinerja keuangan kuartal IV 2025 pada 9 Februari 2026. Maybank memperkirakan pendapatan ISAT di kuartal IV tahun 2025 mencapai Rp 14,4 triliun, tumbuh 2% secara tahunan (YoY) dan 2% secara kuartalan (QoQ). Laba bersih diproyeksikan sebesar Rp 1,4 triliun, melonjak 31% secara yoy, dengan EBITDA Rp 6,8 triliun dan margin 47%.


Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.842 Per Dolar AS Hari Ini (5/2), Asia Bervariasi

Pertumbuhan kinerja tersebut didorong oleh momentum libur akhir tahun serta mulai membaiknya kondisi pasar. Pendapatan data seluler diperkirakan tetap menjadi motor utama, dengan estimasi mencapai Rp11,4 triliun pada 4Q25, naik 4% YoY dan 5% QoQ. Trafik data diperkirakan mencapai 4.759 petabyte, tumbuh 15% YoY, sementara yield data berada di level Rp2.382 per GB.

Maybank juga memperkirakan jumlah pelanggan Indosat relatif stabil di kisaran 95 juta pelanggan, dengan ARPU 4Q25 sebesar Rp 42.700. Penerapan aturan aktivasi yang lebih ketat dinilai dapat menekan tingkat churn yang tidak perlu.

Dari sisi profitabilitas, efisiensi biaya menjadi pendorong utama kenaikan laba. Beban operasional kuartal IV tahun 2025 diproyeksikan sebesar Rp11,5 triliun, turun 2% YoY dan 1% QoQ, terutama berkat pengendalian biaya kemitraan dan jaringan. Secara tahunan, laba bersih tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp 4,9 triliun, dengan EBITDA penuh tahun sebesar   triliun dan margin 47,8%.

Ke depan, Etta tetap memandang prospek Indosat positif seiring ekspansi jaringan yang berkelanjutan dan perbaikan lanskap kompetisi industri. Pergeseran strategi industri dari perang harga menuju peningkatan kualitas jaringan dan diferensiasi dinilai akan mendukung kinerja jangka menengah.

Selain itu, potensi divestasi aset serat optik menjadi faktor upside yang belum dimasukkan dalam proyeksi saat ini. Nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp14,6 triliun, dan jika terealisasi, berpotensi memberikan tambahan signifikan terhadap prospek dividen Indosat.

“Transaksi divestasi serat optik yang sukses akan menjadi katalis positif dan memberikan upside bermakna terhadap proyeksi dividen kami,” jelas Etta.

Selanjutnya: InJourney Hospitality Cari Pimpinan Baru 2026, Cek Lowongan Kerja BUMN Ini!

Menarik Dibaca: Tanda WhatsApp Diblokir Pengguna Lain: Jangan Kaget Jika Panggilan Anda Gagal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News