Baki Debit Kredit Serbaguna Bank Mandiri Capai Rp 65,7 Triliun hingga Februari



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencermati tren pencairan Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) pada periode Ramadhan hingga Idul fitri selalu mengalami kenaikan dibanding hari-hari normal. Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha menyebut peningkatannya berkisar sekitar 20%. 

“Kami berharap membaiknya situasi pandemi di Indonesia akhir-akhir ini bisa mengembalikan tren tersebut. Untuk menggarap bisnis KSM ini, kami akan memanfaatkan basis nasabah payroll dan nonpayroll yang memiliki relationship kuat dengan Bank Mandiri serta mengoptimalkan cabang sebagai ujung tombak pemasaran produk KSM,” ujar Rudi kepada Kontan.co.id pada Rabu (20/4).  

Lanjut ia, ini sejalan dengan harapan pemerintah untuk meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat untuk menggerakkan roda ekonomi sebagai pemulihan pasca pandemi. Ia menyatakan baki debet KSM tumbuh 2,2% yoy menjadi Rp65,7 triliun hingga Februari 2022. Ia berharap, bisnis KTA ini bisa tumbuh dobel digit di sepanjang tahun ini. 


Adapun bank sentral masih optimis fungsi intermediasi perbankan masih bisa tumbuh optimal. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan proyeksi pertumbuhan kredit perbankan di 2022 masih di kisaran 6% hingga 8%. Sedangkan himpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan masih diperkirakan akan naik 7% hingga 9% pada tahun ini. 

Baca Juga: IndoGold Gandeng Bank Neo Commerce untuk Pembayaran Pembelian Emas Digital

“Sebab, baik penawaran maupun permintaan kredit mengalami perbaikan. Dari sisi penawaran perbankan terjadi perbaikan, tak hanya suku bunga tapi likuiditas yang berlebih. Lending standar juga terus alami perbaikan, dalam arti, appetite bank dalam salurkan kredit makin baik dan meningkat,” ujarnya secara virtual pada Selasa (19/4).

Dari sisi permintaan, BI melihat kondisi korporasi terus menunjukkan perbaikan, seluruh korporasi yang kami pantau, dari korporasi publik maupun besar seluruhnya tunjukkan penjualan yang meningkat. Begitupun belanja modal korporasi yang terus meningkat. Dengan kenaikan penawaran bank dan permintaan korporasi yang terus membaik.

“Maka kredit yang capai 6,65% di Maret 2022 akan terus naik. Maka secara keseluruhan kredit akan tumbuh 6% sampai 8% untuk keseluruhan tahun 2022.Pertumbuhannya akan ikuti pola pertumbuhan ekonomi, tapi secara keseluruhan akan terus meningkat sejalan makin peningkatan mobilitas masyarakat,” tutur Perry. 

Pertumbuhan kredit ini akan datang dari sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, terutama berbasis orientasi ekspor yang didukung kenaikan harga komoditas ekspor. Lantaran sektor ini menunjukkan tunjukkan perbaikan baik dari sisi dunia usaha maupun penyaluran kredit. 

Baca Juga: Ditopang KPR, Kredit BTN Naik 6% di Kuartal I-2022

Juga sektor yang sejalan peningkatan mobilitas seperti industri makanan minuman maupun perdagangan, baik eceran maupun besar. Juga sektor transformasi dan logistik yang terus alami perbaikan.

Adapun Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyatakan permintaan kredit lebih sustain (berkelanjutan). Lantaran secara supply maupun demand kredit telah terjadi peningkatan. 

Editor: Tendi Mahadi