Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) tengah fokus merawat bibit unggul CPO



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten sawit PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) menyatakan jika sampai dengan Juni penyerapan belanja modal (capex) masih sesuai dengan rencana kerja.

Direktur UNSP, Andika W. Setianto memaparkan, tahun ini menyiapkan belanja modal senilai Rp 360 miliar. Sebesar Rp 210 miliar akan ditujukan untuk kebutuhan pabrik, infrastruktur, hingga perizinan usaha. Sisanya, Rp 150 miliar akan dialokasikan untuk penanaman kembali (replanting).

"Penggunaan capex masih sesuai dengan rencana, yakni untuk replanting (tahun-0), TBM (tahun 1-3), perbaikan infrastruktur jalan, perizinan usaha, hingga kebutuhan pabrik," paparnya saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (2/7).


Baca Juga: Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) fokus tingkatkan produktivitas kebun

Ia sendiri tidak memberikan detail serapan capex yang terealiasasi . Ia berkata modal tersebut diperuntukkan untuk penggunaan jangka panjang guna merawat bibit unggul CPO (Crude Palm Oil).

Lebih jauh, Andi menjabarkan strategi yang dilakukan UNSP tahun ini dalam memproduksi dan penggunaan bibit unggul sawit.

Hal tersebut dipercaya dapat meningkatkan produksi tandan buah segar menjadi 40 ton per hektare dan produksi minyak kelapa sawit sebesar 10 ton per hektare.

Sementara itu, CPO dihasilkan dari pohon sawit yang merupakan tanaman 25 tahun, sehingga strategi UNSP jangka panjang melalui replanting atau peremajaan untuk perbaikan produktivitas yang diawali bibit unggul.

"Kami juga fokus pada perbaikan produktivitas maksudnya dari luasan hektare sama menghasilkan ton buah sawit seperti TBS atau Tandan Buah Segar yang lebih banyak, berarti peningkatan volume produksi per hektare, yang berdampak ke sales, dan biaya per kilogram yang lebih efektif dan efisien karena kilogramnya meningkat, memperbaiki profitabilitas," jelasnya.

Baca Juga: Saham Grup Bakrie kompak menguat, bagaimana rekomendasinya?

Andi mengatakan, UNSP masih berjalan di awal program jangka panjang peremajaan, di mana peremajaan berarti memotong pohon tua yang masih berproduksi dan menanam bibit di tempat yang sama dengan masa TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) 3 tahun. Menurutnya, hal ini berdampak ke penurunan produksi temporer.

"Melihat hal tersebut, strategi BSP adalah menanamkan produktivitas berkelanjutan (sustainable productivity) dengan terus perbaiki aspek operasional yang terlihat di top-line laporan laba rugi, sedangkan kerugian non-operasional banyak terkait beban keuangan, selisih kurs, penyisihan yang merupakan indikasi diperlukannya penyesuaian atau restrukturisasi nilai utang, ekuitas, dan aset yang lebih sustainable," katanya.

 
UNSP Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto