KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (
UNSP) membukukan peningkatan penjualan sebesar 10% menjadi Rp 2,56 triliun di tahun 2025, dari sebelumnya Rp 2,32 triliun. Selain itu, perusahaan juga melaporkan peningkatan laba kotor 25% ke Rp 757 miliar, peningkatan laba operasi 86% ke Rp 388 miliar, dan peningkatan EBITDA 48% ke Rp 551 miliar di tahun 2025 dibandingkan tahun 2024. Penjualan ditopang dari komoditas sawit dengan nilai penjualan Rp 2,41 triliun dan komoditas karet Rp 151 miliar.
Direktur & Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto mengatakan perusahaan terus meningkatkan produktivitas aset kebun, di antaranya dengan peremajaan menggunakan bibit unggul, di tengah peningkatan harga komoditas sawit CPO (Crude Palm Oil) dunia dari level rata-rata bulanan US$ 1.082 per ton CIF Rotterdam di tahun 2024 hingga ke rata-rata bulanan US$ 1.221 di tahun 2025.
Baca Juga: Harga Melonjak Tajam, BEI Suspensi Saham Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) "Optimalisasi produktivitas pabrik, juga dilakukan dengan pembelian buah sawit dari petani yang tidak memiliki pabrik sekaligus membantu kesejahteraan mereka,” kata Andi dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026). Di samping itu, perusahaan juga telah melakukan inovasi melalui pengembangan bibit unggul yang menghasilkan produksi buah sawit lebih banyak dengan luasan lahan kebun yang sama. Saat ini produktivitas sawit nasional hanya sekitar 3 ton CPO per hektar per tahun, dimana dengan bibit unggul potensi produktivitas bisa meningkat setelah program peremajaan (replanting).
Produktivitas bibit unggul bisa menghasilkan 10 ton CPO per hektar per tahun, dengan produksi 40 ton buah sawit per hektar per tahun dan ekstraksi CPO nya 25%, sesuai hasil lapangan bibit unggul Perseroan yang sudah disertifikasi. "Dengan bibit unggul, luas lahan kebun tidak perlu bertambah, menghasilkan produksi CPO berlipat ganda yang meningkatkan lagi produksi biodiesel untuk ketahanan energi nasional," ucapnya.
Baca Juga: Cisadane Sawit Raya (CSRA) Catat Produksi TBS Inti 354.290 Ton Sepanjang 2025 Perusahaan melihat bibit unggul dan program peremajaan sawit rakyat sebagai kunci kesejahteraan petani dan produktivitas sawit yang berkelanjutan. Direktur Utama UNSP, Bayu Irianto menambahkan, strategi peningkatan produktivitas berkelanjutan yang sedang dilakukan akan lebih banyak lagi dirasakan dampak positifnya dalam jangka menengah dan panjang. “Melanjuti fokus peningkatan produktivitas kebun dan pabrik, kami akan lanjutkan dengan langkah konkrit peningkatan produktivitas aset lainnya dan perbaikan struktur permodalan. Kami optimis, dalam jangka menengah dan panjang Perseroan akan kembali bangkit menemukan momentum yang terbaik menjadi salah satu perusahaan perkebunan yang memiliki fundamental bisnis yang kuat,” tambahnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News