Balas AS, China Investigasi Praktik Perdagangan yang Hambat Produk China ke AS



KONTAN.CO.ID - BEIJING. Kementerian Perdagangan China telah memulai dua penyelidikan balasan terhadap praktik perdagangan Amerika Serikat (AS) yang menghambat arus produk China ke AS.

Gencatan senjata perdagangan antara China dan AS telah berlangsung sejak Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada Oktober tahun lalu.

Trump mengatakan awal pekan ini bahwa ia akan mengunjungi Beijing pada pertengahan Mei, sebagai bagian dari upaya Washington yang lebih luas untuk memperbaiki hubungan di kawasan Asia-Pasifik.


"Dua investigasi China—yang dijadwalkan selesai dalam waktu enam bulan tetapi dapat diperpanjang lebih lanjut—merupakan tanggapan terhadap dua investigasi Pasal 301 AS terhadap China," sebut Kementerian Perdagangan China dalam sebuah pernyataan, Jumat (27/3/2026), seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Menteri Luar Negeri Jerman Sebut Rusia Bantu Iran Mengindentifikasi Target Serangan

Kementerian Perdagangan China menggambarkan investigasi itu sebagai timbal balik.

Berdasarkan temuan investigasi tersebut, China akan mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk membela hak dan kepentingannya.

Awal bulan ini, AS meluncurkan dua investigasi perdagangan terkait kelebihan kapasitas industri di 16 mitra dagang, termasuk China, dan terkait kerja paksa.

Selama pembicaraan perdagangan bilateral di Paris, China menyatakan keprihatinannya tentang investigasi tersebut.

Dalam pembicaraan dengan Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer di sela-sela pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia di Kamerun pada hari Kamis, Menteri Perdagangan China Wang Wentao kembali menyatakan keprihatinannya.

Namun, Wentao juga mengatakan China bersedia memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan.

Baca Juga: Setelah Pusat Keuangan, Singapura Kini Ingin Jadi Pusat Perdagangan Emas Asia