KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Iran membalas serangan Israel. Garda Revolusi Iran mengumumkan pada Senin (8/6/2026) bahwa Iran telah melancarkan serangan rudal terhadap pabrik petrokimia di Haifa, Israel. Iran menyebut, serangan tersebut merupakan balasan serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap pabrik petrokimia Iran. Seperti dilansir Reuters, Garda Revolusi Iran mengingatkan, serangan lebih lanjut terhadap target non-militer dan energi di kawasan tersebut akan berdampak pada perekonomian global, dan Amerika Serikat akan bertanggung jawab atas hal tersebut. Baca Juga: Israel Serang Iran Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari US$ 4 Per Barel Sebelumnya, Senin (8/6/2026), Israel melaporkan telah menyerang pabrik petrokimia di barat daya Iran, bersamaan dengan serangan di tempat lain terhadap target militer. Serangan ini dilakukan Isarel meskipun Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri dari serangan lebih lanjut. Dalam serangan pertama terhadap situs energi di Iran sejak gencatan senjata 8 April, Israel menyebut telah menyerang target di kompleks petrokimia Mahshahr. Seorang pejabat provinsi mengatakan kepada kantor berita semi-resmi Iran, Fars, bahwa sebagian pabrik tersebut mengalami kerusakan. Baca Juga: Timnas Iran Tiba di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026, Diwarnai Drama Visa
Balas Serangan, Iran Serang Pabrik Petrokimia Israel
KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Iran membalas serangan Israel. Garda Revolusi Iran mengumumkan pada Senin (8/6/2026) bahwa Iran telah melancarkan serangan rudal terhadap pabrik petrokimia di Haifa, Israel. Iran menyebut, serangan tersebut merupakan balasan serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap pabrik petrokimia Iran. Seperti dilansir Reuters, Garda Revolusi Iran mengingatkan, serangan lebih lanjut terhadap target non-militer dan energi di kawasan tersebut akan berdampak pada perekonomian global, dan Amerika Serikat akan bertanggung jawab atas hal tersebut. Baca Juga: Israel Serang Iran Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari US$ 4 Per Barel Sebelumnya, Senin (8/6/2026), Israel melaporkan telah menyerang pabrik petrokimia di barat daya Iran, bersamaan dengan serangan di tempat lain terhadap target militer. Serangan ini dilakukan Isarel meskipun Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri dari serangan lebih lanjut. Dalam serangan pertama terhadap situs energi di Iran sejak gencatan senjata 8 April, Israel menyebut telah menyerang target di kompleks petrokimia Mahshahr. Seorang pejabat provinsi mengatakan kepada kantor berita semi-resmi Iran, Fars, bahwa sebagian pabrik tersebut mengalami kerusakan. Baca Juga: Timnas Iran Tiba di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026, Diwarnai Drama Visa