Bale by BTN Catat 51,5 Juta Transaksi Senilai Rp55,45 Triliun hingga Mei 2026



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Aplikasi Bale by BTN milik PT Bank Tabungan Negara (BTN) telah digunakan 4,22 juta pengguna (user) dengan 51,5 juta transaksi senilai Rp55,45 triliun hingga Mei 2026.

Nasabah Bale by BTN sendiri didominasi oleh Milenial (42,4%) dan Gen Z (37,7%), dengan fitur QRIS Payment sebagai transaksi yang paling sering digunakan.

Selain itu, BTN juga terus memperluas Digital Store di area high traffic untuk memberikan digital experience yang efisien bagi generasi muda.


Baru-baru ini, BTN mempertegas komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan Universitas Airlangga (UNAIR).

Kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi BTN “Beyond Mortgage”, yaitu memperluas peran bank sebagai mitra strategis yang hadir dalam ekosistem kehidupan masyarakat, termasuk di sektor pendidikan.

Baca Juga: BRI Siapkan Dana Rp 500 Miliar untuk Buyback Saham

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa kolaborasi dengan UNAIR bukan sekadar hubungan perbankan konvensional, melainkan kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada nilai tambah bagi seluruh civitas akademika.

“Indonesia memiliki lebih dari 2.800 perguruan tinggi yang menjadi pusat pengembangan talenta dan inovasi nasional. Dengan lebih dari 44.000 mahasiswa serta lebih dari 2.100 dosen dan tenaga pendidik, UNAIR adalah ekosistem besar yang memiliki multiplier effect signifikan bagi perekonomian dan pengembangan SDM nasional,” ujar Nixon dalam siaran pers, Jumat (12/6).

Dalam kerangka kerja sama ini, BTN akan menghadirkan dukungan layanan perbankan yang menyeluruh bagi institusi, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Sebagai langkah nyata, BTN berencana membuka outlet di kawasan kampus UNAIR untuk memberikan kemudahan akses layanan keuangan, mulai dari transaksi, pendanaan, hingga solusi digital banking yang terintegrasi.

Lebih jauh lagi, kemitraan ini mencakup pengembangan ekosistem kampus yang modern dan inklusif. BTN dan UNAIR sepakat untuk memperluas kolaborasi ke berbagai lini strategis, meliputi pengembangan SDM, riset bersama, dukungan sarana pendidikan, hingga program pemberdayaan masyarakat yang berdampak luas. Kehadiran BTN diharapkan dapat mendukung aktivitas pendidikan dan penelitian di UNAIR agar lebih efisien dan terdigitalisasi.

Melengkapi agenda tersebut, Nixon LP Napitupulu memberikan kuliah umum bertema “Financial Glow Up for Gen Z” kepada para mahasiswa UNAIR. Ia menyoroti tantangan besar bagi Gen Z, kelompok demografi terbesar di Indonesia (24,93% populasi), di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Nixon memaparkan bahwa 64% Gen Z Indonesia saat ini mengalami stres finansial. Kondisi ini memicu fenomena doom spending—belanja impulsif karena pesimisme terhadap masa depan—yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup (53%), keinginan merasa lebih baik (35%), dan utang impulsif (32%).

Baca Juga: Bank Jakarta Bidik Peningkatan Pengguna JakOne Mobile Lewat Jakarta Fair 2026

Dalam paparannya, Nixon menekankan bahwa manajemen keuangan yang sehat menuntut perubahan pola pikir mendasar. Menurutnya, alokasi untuk tabungan dan investasi harus diposisikan sebagai kewajiban yang disisihkan di awal, bukan sisa dari pengeluaran konsumtif.

Ia juga mengarahkan mahasiswa untuk menetapkan tujuan keuangan berdasarkan skala waktu (jangka pendek, menengah, dan panjang) serta pentingnya membangun dana darurat yang likuid dengan target ideal tiga hingga 12 kali pengeluaran bulanan.

Terkait penggunaan instrumen utang, Nixon mengingatkan peserta untuk selalu menerapkan prinsip kehati-hatian, memastikan pinjaman hanya digunakan untuk kegiatan produktif, serta tidak memaksakan kemampuan bayar.

“Gen Z sangat dipengaruhi influencer finansial, padahal hanya 28% yang rutin memverifikasi nasihat tersebut. Saya mengajak Gen Z menerapkan Soft Saving, yaitu tetap menabung namun tetap menyisihkan uang untuk kebahagiaan dan kesehatan mental,” jelas Nixon.

Sebagai solusi nyata atas kebutuhan digital generasi ini, BTN telah menghadirkan SuperApp Bale by BTN.

“Melalui literasi keuangan yang baik dan dukungan layanan digital yang inklusif, kita ingin menyiapkan generasi muda yang tidak hanya melek finansial, tetapi juga memiliki daya saing global,” tegas Nixon.

Sementara itu, Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. Muhammad Madyan, menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor perbankan memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

Baca Juga: Laba Sektor Perbankan Diproyeksi Melandai, Samuel Sekuritas Rekomendasi Netral

Menurutnya, dunia pendidikan tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi saat ini.

"Kami menyadari bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor perbankan memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi sekaligus memperluas kontribusi bersama dalam pengembangan sumber daya manusia," ujarnya.

Madyan mengatakan kehadiran layanan perbankan berbasis digital di lingkungan kampus sangat sesuai dengan karakter mahasiswa saat ini yang telah akrab dengan teknologi.

Menurutnya, hampir seluruh mahasiswa telah memanfaatkan perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari sehingga pemahaman terhadap layanan keuangan digital menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan.

"Mahasiswa sekarang tidak ada yang tidak melek teknologi, terutama teknologi digital. Karena itu, layanan perbankan yang berbasis digital sangat relevan dengan kebutuhan generasi saat ini," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News