JAKARTA. PT Bambang Djaja, perusahaan distributor trafo, kini melebarkan sayap dengan membuat trafo power sendiri. Perusahaan ini membangun pabrik baru dengan menelan biaya US$ 30 juta. Daud Prasetio, Direktur Bambang Djaja mengatakan, kebutuhan trafo power PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) hanya 400 unit. Ini menyulitkan pemain baru seperti Bambang Djaja bisa berkompetisi dengan pemain lain. Apalagi saat ini pasar trafo dikuasai lima pemain saja. Maka, di tahun-tahun pertama ini, Bambang Djaja bakal melakukan riset dan penyempurnaan agar kompetitif di pasar, baik secara kualitas dan harga. Kapasitas pabrik baru itu menyentuh 80 unit hingga 120 unit dengan spesifikasi antara 275 kV-200 MVa. Daud tidak muluk-muluk membidik pangsa pasar, yakni mencapai 10% pada tahun depan. Ini karena Bambang Djaja adalah perusahan nasional berbahan baku lokal. "Tahun ini trafo power belum terjual. Secara uni kami ingin semua kapasitas produksi terisi," ujarnya ke KONTAN, Jumat (18/11).
Bambang Djaja targetkan jual 80 unit trafo power
JAKARTA. PT Bambang Djaja, perusahaan distributor trafo, kini melebarkan sayap dengan membuat trafo power sendiri. Perusahaan ini membangun pabrik baru dengan menelan biaya US$ 30 juta. Daud Prasetio, Direktur Bambang Djaja mengatakan, kebutuhan trafo power PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) hanya 400 unit. Ini menyulitkan pemain baru seperti Bambang Djaja bisa berkompetisi dengan pemain lain. Apalagi saat ini pasar trafo dikuasai lima pemain saja. Maka, di tahun-tahun pertama ini, Bambang Djaja bakal melakukan riset dan penyempurnaan agar kompetitif di pasar, baik secara kualitas dan harga. Kapasitas pabrik baru itu menyentuh 80 unit hingga 120 unit dengan spesifikasi antara 275 kV-200 MVa. Daud tidak muluk-muluk membidik pangsa pasar, yakni mencapai 10% pada tahun depan. Ini karena Bambang Djaja adalah perusahan nasional berbahan baku lokal. "Tahun ini trafo power belum terjual. Secara uni kami ingin semua kapasitas produksi terisi," ujarnya ke KONTAN, Jumat (18/11).