Bandara Adisutjipto ditutup sementara, sembilan penerbangan tertunda



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia, menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) nomor B3564/18 mengenai penutupan Bandara Adisutjipto, Yogyakarta pada Jum’at (11/5) mulai 10.42 WIB hingga pukul 11.10 WIB dan diperpanjang hingga pukul 11.40 WIB.

Penutupan ini dilakukan akibat dari gangguan debu vulkanik hasil letusan Gunung Merapi pagi ini. “Rapat dengan stakeholder penerbangan didukung data dari Darwin Volcanic Ash Advisory Center (DVAAC) memutuskan untuk menutup Bandara Adisutjipto karena area ruang udaranya terdampak debu vulkanik. Penutupan ini akan segera dievaluasi meyesuaikan dengan keadaan terkini,” ungkap Manager Hubungan Masyarakat AirNav Indonesia, Yohanes Sirait dalam keterangan resminya, Jumat (11/5).

Yohanes menyampaikan, pihaknya sedang mengumpulkan data untuk mengetahui penerbangan yang terdampak akibat dari penutupan ini.


AirNav akan segera menyampaikan informasi terkini dan berharap dampaknya tidak meluas. Pemanduan lalu lintas penerbangan dilakukan sesuai standard operation procedure (SOP) yang berlaku dan menghindari area terdampak debu vulkanik sesuai dengan contingency plan yang telah kami susun.

Hingga saat ini terdapat sembilan penerbangan tertunda terkait penutupan hingga 11.40 WIB. Dari sembilan penerbangan tersebut terdapat tujuh penerbangan keluar Bandara Adisutjipto dan satu penerbangan yang tertunda berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan satu penerbangan batal mendarat ke Bandara Adisutjipto.

Tujuan tujuh penerbangan keluar Yogyakarta yaitu Singapura, Pontianak, Pekanbaru, Palembang, Surabaya, Jakarta (Cengkareng) 2 penerbangan. Sedangkan satu penerbangan yang batal mendarat dan kembali ke bandara asal yaitu pernerbangan Batik Air dari Halim Perdanakusuma Jakarta.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan stakeholder bandara dan memantau dampak perkembangan pergerakan debu vulkanik Gunung Merapi terhadap operasional bandara," kata Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I, Israwadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati