Bandara Ben Gurion Akan Dibuka Secara Terbatas Pasca Penutupan Efek Konflik Iran



KONTAN.CO.ID - YERUSALEM. Bandara Internasional Ben Gurion mengumumkan melalui kanal WhatsApp resmi bahwa bandara utama Israel ini kemungkinan akan dibuka kembali mulai Senin malam dalam “format yang sangat terbatas” setelah konflik dengan Iran menutup ruang udara Israel.

Mulai Selasa, operasi penerbangan dijadwalkan akan “secara bertahap diperluas tergantung pada situasi keamanan,” meskipun hanya maskapai Israel yang diperkirakan akan melanjutkan penerbangan. Serangan udara Israel dan AS ke Iran pada Sabtu memicu gelombang serangan balasan di Timur Tengah, menyebabkan kekacauan penerbangan dan ratusan ribu penumpang terdampar di berbagai negara.

Maskapai nasional El Al Israel Airlines mengatakan sedang mencari izin untuk mengoperasikan penerbangan charter dari Eropa menuju destinasi perbatasan Israel, untuk membawa kembali penumpang yang terjebak di luar negeri. Saat ini, hampir 300.000 warga Israel tercatat telah bepergian ke luar negeri dalam tiga bulan terakhir dan belum kembali, dengan 172.000 di antaranya bepergian dalam sebulan terakhir. Selain itu, sekitar 34.000 wisatawan sedang berada di Israel.


Baca Juga: Darurat Energi! Qatar Hentikan Produksi LNG, Saudi Tutup Kilang

El Al mempertimbangkan penerbangan ke Taba, yang berbatasan dengan kota resor Eilat di Laut Merah, dan Aqaba di Yordania. Maskapai ini juga merencanakan penerbangan penyelamatan dari lebih dari 20 kota internasional, termasuk New York, Miami, Los Angeles, Bangkok, London, Paris, dan kota-kota lain di Eropa. Penerbangan ini kemungkinan akan menggunakan juga maskapai swasta KlasJet, namun tetap “memerlukan persetujuan dari Pemerintah Israel dan otoritas keamanan.”

Maskapai kecil seperti Arkia dan Israir telah menangguhkan penjualan tiket hingga 15 dan 18 Maret, sementara El Al menghentikan penjualan hingga 21 Maret untuk menyesuaikan dengan pembukaan kembali ruang udara. Arkia telah memulai penerbangan penyelamatan dari Athena, Roma, Larnaca, dan Sofia menuju Taba, sedangkan Israir merencanakan penerbangan dari enam kota Eropa termasuk Praha, Budapest, dan Sofia mulai Selasa.

Otoritas Bandara Israel memastikan bahwa jalur perbatasan Taba akan dibuka 24 jam, sementara tiga perbatasan dengan Yordania akan dibuka pada jam siang dan sore. Pembukaan kembali ini diharapkan membantu ribuan penumpang yang terjebak akibat penutupan bandara sementara karena ketegangan regional.