Bandara Dubai Pulih, Trafik Penerbangan Kembali Normal Pasca Konflik Timur Tengah



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Operasional penerbangan di Dubai Airports mulai kembali ditingkatkan seiring dengan telah pulihnya kondisi wilayah udara Uni Emirat Arab secara penuh. Hal ini disampaikan oleh CEO Dubai Airports, Paul Griffiths, pada Senin (4/5/2026).

Menurut Griffiths, kapasitas penerbangan kini terus ditingkatkan secara bertahap, menyesuaikan dengan jalur penerbangan (routing) yang telah tersedia.

Pemulihan ini terjadi setelah otoritas penerbangan UEA mencabut langkah-langkah pencegahan yang sebelumnya diberlakukan sejak 28 Februari, bertepatan dengan awal konflik Iran yang sempat mengganggu lalu lintas udara kawasan.


Otoritas penerbangan UEA sebelumnya menyatakan bahwa lalu lintas udara telah kembali normal sejak Sabtu (2/5/2026), menyusul pembukaan kembali wilayah udara yang sempat dibatasi selama hampir dua bulan akibat konflik geopolitik di kawasan Teluk.

Baca Juga: Bank Sentral Malaysia Diperkirakan Tahan Suku Bunga di Tengah Gejolak Energi Global

Meski sempat mengalami gangguan signifikan, dua bandara utama Dubai, yakni Dubai International Airport dan Al Maktoum International Airport, tetap mencatat kinerja operasional yang solid.

Dalam periode tersebut, kedua bandara tersebut berhasil melayani lebih dari 6 juta penumpang, menangani lebih dari 32.000 pergerakan pesawat, serta mengangkut lebih dari 213.000 metrik ton kargo.

Griffiths menegaskan bahwa permintaan perjalanan melalui Dubai masih menunjukkan tren kuat, mencerminkan posisi strategis emirat tersebut sebagai pusat transit global.

Sementara itu, Dubai International Airport (DXB), yang dikenal sebagai bandara internasional tersibuk di dunia untuk perjalanan internasional, mencatat jumlah penumpang sebesar 18,6 juta pada kuartal I-2026.

Angka ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 23,4 juta penumpang, sebagaimana disampaikan kantor media pemerintah Dubai.

Baca Juga: AS Mengevakuasi 22 Awak Kapal Iran yang Disita ke Pakistan

"Permintaan perjalanan melalui Dubai tetap kuat, dan DXB berada dalam posisi yang baik untuk secara bertahap meningkatkan kapasitas serta mendukung maskapai dan penumpang selama periode penyesuaian yang masih berlangsung," ujar Griffiths.

Sebelum konflik pecah dan penutupan wilayah udara di kawasan Teluk mengganggu lalu lintas penerbangan selama hampir dua bulan, operator bandara memperkirakan DXB dapat melayani mendekati 100 juta penumpang sepanjang tahun 2026.

Dengan pulihnya kondisi wilayah udara dan meningkatnya kapasitas penerbangan, Dubai optimistis dapat mempertahankan perannya sebagai salah satu hub penerbangan global utama di tengah dinamika geopolitik yang masih berlangsung.