KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah dikabarkan bakal mengoperasikan kembali Bandara Husein Sastranegara, Bandung mulai 17 September 2026 mendatang. Namun, pengoperasian bandara ini diperkirakan tidak akan langsung mengembalikan ramainya aktivitas penerbangan seperti sebelumnya. Pengamat menilai, pemerintah perlu realistis karena kondisi industri penerbangan dan pola mobilitas masyarakat kini telah berubah. Pengamat transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Sony Sulaksono Wibowo mengatakan, reaktivasi Bandara Husein membutuhkan waktu untuk kembali menarik maskapai maupun penumpang.
"Jangan berharap selalu banyak (penerbangan dan penumpang) begitu nanti September Bandara Husein seperti dulu lagi. Pasti akan berproses untuk menjadi seperti dulu. Bisa seperti dulu lagi, bisa juga tidak, karena kondisinya sekarang sudah sangat berbeda," ujar Sony dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Strategi Futura Energi Global (FUTR): Incar 5 Lini Bisnis EBT Menurut Sony, kondisi saat ini jauh berbeda dibanding ketika Bandara Husein masih beroperasi penuh pada 2018-2019. Kehadiran kereta cepat, kenaikan harga avtur, hingga perubahan kondisi geopolitik membuat maskapai harus lebih selektif dalam membuka rute baru. "Maskapai yang akan buka penerbangan ke arah dari Husein harus berhitung dengan lebih teliti, apakah menguntungkan atau tidak," katanya. Selain itu, Sony bilang, pemerintah juga perlu membenahi akses transportasi menuju Bandara Husein. Menurutnya, masyarakat harus diberi lebih banyak pilihan moda transportasi agar persoalan lama berupa dominasi taksi bandara tidak kembali terulang. "Kalau nanti Husein dibuka, masyarakat harus diberi banyak pilihan. Mau naik motor gampang, mau naik angkutan umum bisa, mau naik mobil bisa, mau naik gojek online bisa. Tidak didominasi oleh taksi seperti selama ini," ujarnya. Ia juga mendorong Pemerintah Kota Bandung memperkuat daya tarik pariwisata dan perdagangan, termasuk membenahi kawasan Pasar Baru yang dahulu menjadi tujuan utama wisatawan asal Malaysia dan Singapura.
Baca Juga: Prospek Industri Baja Nasional Semester II 2026 Mulai Membaik Di sisi lain, Sony meminta pemerintah tidak lagi memosisikan Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai pesaing. Menurut Sony, kedua bandara seharusnya dikembangkan dengan fungsi yang saling melengkapi. "(Bandara) Kertajati dengan Husein jangan diposisikan bersaing. Husein bisa melayani penerbangan regional tertentu, sedangkan Kertajati difokuskan untuk penerbangan jarak jauh," katanya. Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa menyatakan Bandara Husein Sastranegara dijadwalkan kembali melayani penerbangan pesawat jet mulai 17 September 2026. Saat ini pemerintah bersama PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports tengah menuntaskan berbagai persiapan, mulai dari peningkatan kategori Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK), perbaikan landasan pacu, hingga penyempurnaan fasilitas pendukung sebelum operasional kembali dibuka. Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera membahas reaktivasi Bandara Husein bersama pemerintah pusat, sekaligus menentukan arah pengelolaan Bandara Kertajati yang direncanakan dimanfaatkan oleh Kementerian Pertahanan. Menurut Dedi, pembahasan tersebut penting karena operasional Bandara Husein dan Bandara Kertajati saling berkaitan. Pemanfaatan Kertajati oleh pemerintah pusat dinilai berimplikasi pada perlunya mengaktifkan kembali Bandara Husein untuk melayani penerbangan sipil sehingga kebutuhan transportasi udara masyarakat tetap terpenuhi.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi akan lebih dulu berkoordinasi dengan pemerintah pusat sebelum mengambil keputusan lanjutan mengenai pengelolaan kedua bandara. Rencana reaktivasi Bandara Husein sendiri telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto dan diperkuat melalui surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor AU.102/1/8/DRJU.DAU/2026. Berdasarkan surat tersebut, Bandara Husein Sastranegara dapat kembali melayani operasional penerbangan angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri maupun luar negeri. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News