KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mempercepat berbagai persiapan operasional Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, menjelang rencana pembukaan kembali layanan penerbangan pesawat jet pada 17 September 2026. Persiapan tersebut difokuskan pada peningkatan aspek keselamatan, keamanan, serta infrastruktur bandara guna memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar operasional penerbangan sipil sebelum layanan pesawat jet kembali beroperasi. Regional CEO Kantor Regional I InJourney Airports, I Wayan Darma, mengatakan percepatan persiapan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan regulator, pemerintah daerah, TNI Angkatan Udara, serta seluruh pemangku kepentingan di Bandara Husein Sastranegara.
"Kami terus mengakselerasi berbagai persiapan sebagai bagian dari dukungan InJourney Airports terhadap kebijakan Pemerintah," ujar Wayan dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Dukung Industri AMDK, Amdatara Perkuat Pengelolaan Berkelanjutan & Ekonomi Sirkular Menurutnya, seluruh tahapan persiapan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, kualitas pelayanan, serta kepatuhan terhadap regulasi penerbangan agar seluruh fasilitas dan layanan siap ketika operasional penerbangan diperluas. Salah satu fokus utama adalah peningkatan kapasitas layanan Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) atau Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK). InJourney Airports menambah armada pemadam dan penyelamatan untuk memenuhi persyaratan operasional penerbangan pesawat jet. Selain penguatan peralatan, kesiapan sumber daya manusia juga ditingkatkan melalui penyesuaian struktur organisasi, pelatihan personel, hingga penyempurnaan standar operasional guna mendukung pelayanan yang aman dan andal. Di bidang keamanan, InJourney Airports memperkuat personel Aviation Security (Avsec) sekaligus mengoptimalkan berbagai fasilitas pemeriksaan keamanan. Pembenahan mencakup peningkatan kapasitas mesin X-ray, walkthrough metal detector, handheld metal detector, sistem kamera pengawas (CCTV), serta perangkat pendukung lainnya sesuai standar penerbangan sipil. Sementara itu, General Manager Bandara Husein Sastranegara, Granito W. Hindrawan, mengatakan pembenahan juga dilakukan pada infrastruktur sisi udara (airside) maupun sisi darat (landside) agar mampu mendukung kelancaran operasional penerbangan pesawat jet.
Baca Juga: Program B50 Nasional Bergulir, Elnusa Petrofin Tancap Gas Salurkan Biosolar Industri "Kami terus melakukan berbagai penyesuaian dan pembenahan fasilitas bandara agar seluruh infrastruktur siap mendukung operasional sesuai kebutuhan," katanya. Granito menambahkan, InJourney Airports juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, serta TNI Angkatan Udara untuk memperkuat akses menuju bandara, menata kawasan sekitar, dan mengembangkan infrastruktur pendukung. Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyampaikan Bandara Husein Sastranegara dijadwalkan kembali melayani penerbangan pesawat jet mulai 17 September 2026 berdasarkan kesiapan yang telah disampaikan InJourney Airports. "Informasi dari Angkasa Pura untuk Bandara Husein Sastranegara Bandung itu, mereka sudah siapkan untuk tanggal 17 September beroperasi," kata Lukman. Ia menjelaskan, Kementerian Perhubungan bersama InJourney Airports telah melakukan inspeksi terhadap kesiapan bandara. Dari hasil evaluasi tersebut, masih terdapat sejumlah penyesuaian yang perlu diselesaikan mengingat selama beberapa tahun terakhir Bandara Husein Sastranegara hanya melayani penerbangan pesawat baling-baling. Penyesuaian tersebut antara lain peningkatan kategori PKP-PK dari kategori lima menjadi kategori tujuh, pelapisan ulang landasan pacu (runway), serta penyempurnaan berbagai sistem pendukung, mulai dari penanganan bagasi, fasilitas X-ray, hingga sistem pencahayaan bandara.
Baca Juga: KKP Garap Modernisasi 4.582 Kapal Perikanan, Tahap Awal Dibiayai Pinjaman Inggris Di sisi operasional, Kementerian Perhubungan juga tengah menyusun pembagian rute penerbangan yang akan dilayani dari Bandara Husein Sastranegara. Pemerintah masih menunggu usulan dari maskapai mengenai destinasi yang akan dibuka sebelum menetapkan pola operasional sesuai kebutuhan pasar. "Kita lagi lakukan pembagian rute dan kita akan melihat permintaan dari airline itu mau ke mana aja sih rutenya. Kalau sudah ada permintaan baru kita bisa membuat satu rencana untuk pengoperasian sesuai dengan kondisi yang ada," ujar Lukman. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News