Bangkrutnya SVB Berpotensi Hambat Investasi Baru untuk Ekspansi Usaha Startup



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bangkrutnya Silicon Valley Bank (SVB) dikhawatirkan berdampak pada pendanaan startup di Indonesia yang semakin seret, tak terkecuali startup dompet digital. 

Menanggapi itu, Kepala Ekonom di Bank Permata Josua Pardede mengatakan runtuhnya SVB berpotensi menghambat investasi baru dalam rangka ekspansi usaha. Maka dari itu biaya marketing dari para pelaku usaha akan cenderung lebih terbatas sehingga para pemain baru akan sulit bersaing dengan para pemain lama.

Josua menyarankan di tengah kondisi investasi baru yang terbatas, pemain dompet digital perlu mengoptimalkan strategi bisnis yang dimiliki dengan fokus pada segmen merchant UMKM sehingga dapat meningkatkan transaksi dompet digital.


Baca Juga: Startup EdenFarm Dapat Pendanaan US$ 13,5 Juta untuk Digitalisasi Teknologi Pertanian

Meski demikian pebisnis dompet digital tidak perlu khawatir karena harapannya investasi di startup teknologi diperkirakan akan mulai meningkat ketika bank sentral global diperkirakan akan mulai mempertimbangkan untuk memangkas suku bunganya pada tahun 2024. 

Lebih lanjut, ia mengatakan aspek pembayaran digital di ASEAN dan khususnya di Indonesia diperkirakan akan terus mengalami peningkatan sejalan dengan transformasi ekonomi dan keuangan digital yang akan mendorong peningkatan Gross Merchandise Value yang menjaga daya tariknya.

Adapun Josua menyebut bahwa pendanaan startup memang sudah terlebih dahulu cenderung melambat sejak 2022, terutama pasca kebijakan agresif dari Bank Sentral Amerika.

“Dari kondisi tersebut, para pelaku usaha digital seharusnya tidak terlalu terganggu oleh isu ini,” ujar Josua kepada Kontan, Senin (20/3). 

Sementara itu,  Ekonom di Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan bahwa dampak keruntuhan SVB terhadap pendanaan startup bukan perkara yang harus dikhawatirkan karena startup digital masih akan terus tumbuh dan masih akan banyak investor yang bersedia memberi pendanaan.

Baca Juga: Modal Ventura dan Startup di Indonesia Tak Terimbas Ambruknya Silicon Valley Bank

Hanya saja saat ini investor menekan startup untuk lebih mengutamakan keuntungan. Dengan demikian, startup yang bisa segera merealisasikan keuntungan yang akan lebih mudah mencari pendanaan. 

Menurut Piter, bisnis digital masih memiliki prospek yang baik dan masa depan adalah dunianya digital, termasuk dompet digital. 

Namun, untuk mempertahankan itu, ia menyebut bahwa bisnis semacam dompet digital sangat membutuhkan ekosistem pendukung yang kuat karena tanpa itu dompet digital akan sulit berkembang.

“Lihat saja dompet digital yang menguasai pasar adalah dompet digital yang tergabung dalam ekosistem besar dan kuat,” ujar Piter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli