JAKARTA. Tahun ajaran baru bukan hanya ditunggu siswa, tetapi juga pemilik sekolah, termasuk sekolah-sekolah yang tergolong elite. Soalnya, mereka bisa menambah kocek mereka. Apalagi, animo orang tua menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah elite terus meningkat. Tengok saja Sekolah Pelita Harapan (SPH) Lippo Karawaci, Tangerang. Di tahun ajaran 2011-2012, sekolah milik Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) ini menaikkan tarif sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) sekitar 7% tahun ini menjadi US$ 5.500-US$ 14.500 per tahun. "Development fee mencapai US$ 3.000," kata Budi Legowo, Direktur YPPH kemarin. Namun, YPPH tidak menambah jumlah kursi yang ada, yaitu 1.060 kursi untuk jenjang TK hingga SMU. Menurut dia, SPP dan uang pembangunan itu sebanding dengan fasilitas dan tenaga pengajar yang berkualitas. SPH memiliki 59 guru lokal dan 57 guru ekspatriat asal AS, Kanada, dan Australia.
Bangku sekolah elite penuh terisi siswa baru
JAKARTA. Tahun ajaran baru bukan hanya ditunggu siswa, tetapi juga pemilik sekolah, termasuk sekolah-sekolah yang tergolong elite. Soalnya, mereka bisa menambah kocek mereka. Apalagi, animo orang tua menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah elite terus meningkat. Tengok saja Sekolah Pelita Harapan (SPH) Lippo Karawaci, Tangerang. Di tahun ajaran 2011-2012, sekolah milik Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) ini menaikkan tarif sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) sekitar 7% tahun ini menjadi US$ 5.500-US$ 14.500 per tahun. "Development fee mencapai US$ 3.000," kata Budi Legowo, Direktur YPPH kemarin. Namun, YPPH tidak menambah jumlah kursi yang ada, yaitu 1.060 kursi untuk jenjang TK hingga SMU. Menurut dia, SPP dan uang pembangunan itu sebanding dengan fasilitas dan tenaga pengajar yang berkualitas. SPH memiliki 59 guru lokal dan 57 guru ekspatriat asal AS, Kanada, dan Australia.