Bangladesh Naikkan Harga BBM Kedua Kalinya dalam Enam Pekan, Risiko Inflasi Meningkat



KONTAN.CO.ID - DHAKA. Pemerintah Bangladesh kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) eceran untuk kedua kalinya dalam enam pekan terakhir. Langkah ini berpotensi meningkatkan tekanan inflasi di negara yang masih sangat bergantung pada impor energi tersebut.

Berdasarkan pengumuman pemerintah pada Minggu (31/5/2026), harga bensin dan minyak tanah (kerosin) naik sebesar 5 taka per liter. Kebijakan tarif baru tersebut mulai berlaku pada Senin (1/6/2026).

Dengan penyesuaian tersebut, harga bensin kini menjadi 140 taka atau sekitar US$1,15 per liter, sementara harga kerosin naik menjadi 135 taka per liter. Adapun harga solar, yang merupakan jenis bahan bakar paling banyak digunakan di Bangladesh, tetap dipertahankan pada level 115 taka per liter.


Kementerian Energi Bangladesh menyatakan bahwa penetapan harga terbaru dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga produk minyak bumi di pasar internasional.

Baca Juga: Rusia Larang Ekspor Bahan Bakar Pesawat hingga November 2026

Dalam pemberitahuan resminya, kementerian menjelaskan bahwa tarif baru ditetapkan sejalan dengan perubahan harga produk petroleum global.

Sebagai informasi, Bangladesh mulai menerapkan mekanisme penetapan harga BBM otomatis pada 2024. Melalui sistem tersebut, harga bahan bakar domestik disesuaikan secara berkala berdasarkan pergerakan harga energi internasional, nilai tukar mata uang, serta biaya impor.

Kenaikan harga terbaru ini terjadi setelah pemerintah juga menaikkan harga BBM pada April lalu. Saat itu, lonjakan harga minyak dunia dipicu oleh perang di Iran yang meningkatkan biaya impor energi bagi negara Asia Selatan tersebut.

Para ekonom memperkirakan kenaikan harga BBM akan berdampak langsung terhadap biaya transportasi dan harga pangan.