JAKARTA. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mulai menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel-5. Perusahaan yang dikendalikan Grup Sinarmas itu sedang menyelesaikan kontrak pembelian mesin untuk proyek PLTU mulut tambang milik PLN tersebut. DSSA berencana membeli mesin dari perusahaan asal China. Perusahaan tambang itu beralasan, mesin-mesin dari China lebih kompetitif, baik dari sisi harga maupun dari sisi kualitas. DSSA memperkirakan pembelian mesin tersebut akan menelan dana berkisar US$ 280 juta-US$ 320 juta. Jumlah ini setara 70%-80% dari total investasi proyek PLTU Sumsel-5 yang senilai US$ 400 juta. "Kami berharap kontrak pembelian bisa rampung di akhir tahun ini," kata Hermawan Tarjono, Sekretaris Perusahaan DSSA ke KONTAN, Selasa (29/11).
Emiten itu masih mencari pendanaan untuk memenuhi kebutuhan investasi proyek tersebut. DSSA menargetkan sekitar 70% dari kebutuhan pendanaan akan dipenuhi dari pinjaman perbankan. "Meski kebutuhan dana belum tertutupi, kontrak pembelian bisa dilakukan karena pembayaran mesin dilakukan bertahap," imbuh Hermawan. Perseroan ini masih menjajaki komitmen pinjaman dari beberapa pihak, yakni dari perbankan China juga dari bank-bank lokal. "Kami melihat tawaran yang paling bagus. Kalau ternyata ada perbankan lokal yang menawarkan proposal yang lebih bagus, kami akan pinjam dari mereka," jelas Hermawan. PLN, selaku pemberi proyek, menetapkan Oktober 2012 sebagai tenggat waktu bagi DSSA untuk menutup seluruh kebutuhan dana penggarapan PLTU. Namun, pengelola DSSA menargetkan sudah mendapatkan seluruh pinjaman untuk menggarap proyek PLTU Sumsel-5 pada April tahun depan.