JAKARTA. PT Pertamina (Persero) berencana untuk membangun infrastruktur BBM untuk mengembangkan sektor hilir. Pasalnya, kebutuhan BBM di Indonesia yang sangat tinggi memerlukan cadangan operasional yang lebih besar. Saat ini cadangan BBM Pertamina baru mencapai 17-19 hari, sementara pemerintah menargetkan Pertamina bisa memiliki cadangan BBM mencapai 30 hari. Pentingnya cadangan operasional tersebut karena sebagian besar crude di Indonesia merupakan produk impor terutama dari negara-negara di Timur Tengah. "Pemerintah tidak merasa aman. Cadangan Penyangga Energi (CPE) ini bisa sebagai last resource dan bisa menjadi jaminan kalau ada gangguan. Bila kota punya storage yang banyak, kita tidak akan mudah terganggu kalau ada gangguan dari penyuplai yang ada," ujar VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegero dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina, Jumat (25/9). Wianda menyebut cadangan operasional Indonesia masih paling rendah dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara. Ditambah dengan Indonesia yang sampai saat ini tidak memiliki cadangan penyangga. Untuk itu, Pertamina tengah menyiapkan langkah untuk meningkatkan cadangan operasional. Untuk itu Pertamina berencana membangun infrastruktur BBM agar cadangan operasional bisa menjadi 30 hari. Pertamina membutuhkan tangki penyimpanan dengan total kapasitas BBM sebesar 7,02 juta kiloliter (KL).
Bangun storage BBM, Pertamina investasi US$ 1,23 M
JAKARTA. PT Pertamina (Persero) berencana untuk membangun infrastruktur BBM untuk mengembangkan sektor hilir. Pasalnya, kebutuhan BBM di Indonesia yang sangat tinggi memerlukan cadangan operasional yang lebih besar. Saat ini cadangan BBM Pertamina baru mencapai 17-19 hari, sementara pemerintah menargetkan Pertamina bisa memiliki cadangan BBM mencapai 30 hari. Pentingnya cadangan operasional tersebut karena sebagian besar crude di Indonesia merupakan produk impor terutama dari negara-negara di Timur Tengah. "Pemerintah tidak merasa aman. Cadangan Penyangga Energi (CPE) ini bisa sebagai last resource dan bisa menjadi jaminan kalau ada gangguan. Bila kota punya storage yang banyak, kita tidak akan mudah terganggu kalau ada gangguan dari penyuplai yang ada," ujar VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegero dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina, Jumat (25/9). Wianda menyebut cadangan operasional Indonesia masih paling rendah dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara. Ditambah dengan Indonesia yang sampai saat ini tidak memiliki cadangan penyangga. Untuk itu, Pertamina tengah menyiapkan langkah untuk meningkatkan cadangan operasional. Untuk itu Pertamina berencana membangun infrastruktur BBM agar cadangan operasional bisa menjadi 30 hari. Pertamina membutuhkan tangki penyimpanan dengan total kapasitas BBM sebesar 7,02 juta kiloliter (KL).